Berfluktuasi Jelang Akhir Perdagangan, IHSG Masih Mampu Ditutup Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (28/8/2019), setelah berfluktuasi sepanjang sesi II.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  16:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (28/8/2019), setelah berfluktuasi sepanjang sesi II.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,06 persen atau 3,47 poin ke level 6.281,65, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,18 persen atau 11,48 poin di level 6.289,65 pagi ini.

Pada perdagangan Selasa (27/8), IHSG ditutup rebound dengan penguatan 1,02 persen atau 63,66 poin ke level 6.278,17.

IHSG sempat bertahan di zona hijau pada sesi I perdagangan hari ini, namun pada sesi II penguatannya menipis hingga berbalik ke zona merah meskipun akhirnya mampu kembali dan ditutup menguat. Sepanjang hari ini, IHSG begerak fluktuatif pada kisaran 6.267,19-6.306,33.

Lima dari sembilan sektor bergerak positif, dipimpin sektor industri dasar yang menguat 1,22 persen, disusul sektor barang konsumsi dengan penguatan 1,14 persen. Di sisi lain, empat sektor melemah, dipimpin sektor properti dengan pelemahan 1,08 persen.

Dari 650 saham yang diperdagangkan, 181 saham di antaranya menguat, sedangkan 231 saham melemah, dan 238 saham lainnya stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing menguat 2,46 persen dan 1,27 persen menjadi pendorong utama atas kenaikan IHSG.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup melemah 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.259 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp14.255-Rp14.269 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan bursa saham lainnya di Asia cenderung variatif, dengan indeks Shanghai Composite yang melemah 0,29, indeks CSI 300 turun 0,38 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,13 persen.

China meluncurkan langkah-langkah untuk membantu meningkatkan konsumsi guna menopang pertumbuhan ekonomi, termasuk di antaranya kemungkinan penghapusan pembatasan pembelian mobil.

Bursa Saham China awalnya dibuka menguat pada hari Rabu tetapi kemudian berbalik arah ke zona merah, menunjukkan masih ada beberapa kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang menguat masing-masing 0,04 dan 0,11 persen, indeks Kospi menguat 0,86 persen.

Indeks Kospi mencatat kenaikan harian terbesar dalam sepekan karena investor melakukan buyback menyusul pelemahan hari sebelumnya karena kekhawatiran tentang perubahan bobot dalam indeks MSCI.

Dilansir dari Bloomberg, bursa saham Asia cenderung fluktuatif karena investor menunggu perkembangan baru dalam perang perdagangan China-AS yang semakin tidak terduga.

Sikap Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah dalam perang perdagangan dengan China telah membuat investor gelisah, dan mereka menunggu langkah selanjutnya karena optimisme terhadap penyelesaian perang dagang mengecil.

Fokus investor saat ini tertuju pada 1 September, ketika tahap pertama tarif AS atas barang-barang China senilai US$300 miliar dijadwalkan mulai berlaku. Sebagai tanggapan, China telah meluncurkan tarif untuk produk impor AS yang mulai berlaku pada hari yang sama.

Analis di McKenna Macro, Greg McKenna mengatakan ada harapan yang pragmatis mengenai prospek resolusi perang perdagangan China-AS.

"Pasar masih mencoba untuk merasakan di mana hadapan itu berada ketika kita semakin mendekati tenggat waktu untuk pengenaan tarif impor pekan ini," ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodeKenaikan (persen)

HMSP

+2,46

UNVR

+1,27

BRPT

+4,00

CPIN

+2,93

Saham-saham penekan IHSG:
KodePelemahan (persen)

SMMA

-9,86

ASII

-1,15

JSMR

-3,17

BBRI

-0,24

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top