Bursa Asia Hati-Hati, Penguatan IHSG Menipis pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,04 persen atau 2,76 poin ke level 6.280,93 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,18 persen atau 11,48 poin di level 6.289,65 pagi ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  12:53 WIB
Bursa Asia Hati-Hati, Penguatan IHSG Menipis pada Akhir Sesi I
Pengunjung mengambil foto monitor perdagangan harga saham di Jakarta, Jumat (1/2/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan rebound-nya meskipun penguatannya menipis pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (28/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,04 persen atau 2,76 poin ke level 6.280,93 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,18 persen atau 11,48 poin di level 6.289,65 pagi ini.

Pada perdagangan Selasa (27/8), IHSG ditutup rebound dengan penguatan 1,02 persen atau 63,66 poin ke level 6.278,17.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.279,84-6.306,33.

Lima dari sembilan sektor bergerak positif, dipimpin sektor industri dasar yang menguat 0,75 persen, disusul sektor pertanian dengan penguatan 0,64 persen. Di sisi lain, empat sektor melemah, dipimpin sektor properti dengan pelemahan 0,49 persen.

Dari 650 saham yang diperdagangkan, 199 saham menguat, 178 saham melemah, sedangkan 273 saham lainnya stagnan.

Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang masing-masing menguat 1,46 persen dan 2,86 persen menjadi pendorong utama atas kenaikan IHSG.

Dalam risetnya, Binaartha Sekuritas memprediksi adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area level resistance terdekat.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.214,51 hingga 6.161,66.

Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.31944 hingga 6.38154.

Berdasarkan indikator, MACD telah berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, terlihat bahwa Stochastic dan RSI masih berada di area netral. 

Indeks saham lainnya di Asia rata-rata mayoritas menguat siang ini, di antaranya indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang yang masing-masing menanjak 0,05 persen dan 0,18 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan naik 0,79 persen.

Di China, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 melemah 0,37 persen dan 0,46 persen, sedangkan indeks Hang Seng turun 0,02 persen.

Dilansir dari Reuters, bursa Asia menguat dengan hati-hati pada hari Rabu, meskipun kekhawatiran yang lebih dalam tentang ekonomi global dan perdagangan tetap menutup sentimen.

Perselisihan perdagangan antara AS dan China sekarang berada di tahun kedua dan menempatkan tekanan yang semakin besar pada ekonomi global, memaksa para pembuat kebijakan untuk merespons dengan pemotongan suku bunga dan langkah-langkah stimulus untuk mendorong pertumbuhan.

"Obligasi sedang reli dan ada penguatan terbatas untuk saham sekarang," kata Kiyoshi Ishigane, kepala fund manager di Mitsubishi UFJ Kokusai Asset Management Co di Tokyo, seperti dikutip Reuters.

"Tapi saya belum mau menyerah pada ekuitas. Federal Reserve AS dan pejabat di negara-negara lain hanya perlu berbuat lebih banyak untuk merangsang ekonomi mereka, yang pada akhirnya akan mencegah pelemahan," lanjutnya.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 menguat 0,12 persen atau 0,65 poin ke level 549,58 dan indeks saham syariah Jakarta Islamic Index naik 0,28 persen atau 1,93 poin ke posisi 688,41 pada akhir sesi I.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top