Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mirae Asset Sekuritas: Menanti Sinyal BI, Harga SUN Berpotensi Menguat

Sentimen lain yang mempengaruhi keterbatasan pergerakan harga SUN yakni risalah rapat The Fed pada akhir bulan yang tidak sepenuhnya bernada dovish.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  09:29 WIB
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--Harga surat utang negara (SUN) berpotensi menguat akibat proyeksi penurunan suku bunga acuan oleh BI dan rilis data manufaktur Jerman.

Dikutip dari hasil riset hariannya, Kamis (22/8/2019), analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan pergerakan harga SUN pada sesi awal perdagangan hari ini sebenarnya cenderung terbatas. Adapun, sentimennya berasal dari aksi wait and see para investor karena menantikan hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Sentimen lain yang mempengaruhi keterbatasan pergerakan harga SUN yakni risalah rapat The Fed pada akhir bulan yang tidak sepenuhnya bernada dovish.

Kendati demikian, pada sesi berikutnya, tepatnya setelah RDG BI harga SUN berpotensi menguat sebagai respons penurunan suku bunga lanjutan sebesar 25 basis poin yakni menjadi 5,5%. Dia memperkirakan penurunan suku bunga mempertimbangkan momentum menjaga pertumbuhan ekonomi.

Seperti diketahui Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan pada akhir Juli sebelum The Fed memangkas suku bunganya dari 6% menjadi 5,75%.

"Ada potensi bagi harga SUN untuk bergerak menguat terutama di sesi kedua perdagangan pasar sekunder yang didasarkan pada proyeksi bahwa BI akan kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke kisaran 5,50%," katanya.

Sentimen positif lain yang berpotensi mengerek naik harga SUN yakni rilis data awal PMI Manufaktur Jerman. Dari data tersebut, dia memperkirakan akan menunjukkan hasil berupa penurunan sekira 42 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau lebih rendah dari konsensus Bloomberg.

Data tersebut bakal mengerek naik harga SUN dengan asumsi turunnya yield safe haven surat utang Jerman dan ekspektasi stimulus fiskal dan moneter bagi ekonomi Jerman.

Dengan proyeksi tersebut, dia merekomendasikan agar investor memanfaatkan momentum kenaikan harga SUN melalui pilihan beberapa seri seperti FR0078, FR0082, FR0080, dan FR0079.

Sementara itu, untuk transaksi jangka panjang, dia merekomendasikan beberapa seri SUN seperti FR0082, FR0070, FR0078, FR0068, FR0080, FR0079, FR0059, FR0074, FR0072, FR0075 dan FR0065. Seri lain yang juga bisa dicermati yakni PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, dan PBS015.


Berikut perkiraan yield beberapa seri acuan SUN.


FR0077 (5 tahun): 105.50 (6.74%) – 106.20 (6.57%)
FR0078 (10 tahun): 106.65 (7.28%) – 107.65 (7.14%)
FR0068 (15 tahun): 105.85 (7.70%) – 106.65 (7.61%)
FR0079 (20 tahun): 105.75 (7.80%) – 106.65 (7.71%)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara Obligasi
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top