BEI Siap Lelang 2 Kursi Anggota Bursa

Sejauh ini baru Merrill Lynch Sekuritas Indonesia yang telah resmi mengumumkan untuk meninggalkan kursi sebagai anggota bursa (AB) kepada Bursa Efek Indonesia.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  09:56 WIB
BEI Siap Lelang 2 Kursi Anggota Bursa
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bursa Efek Indonesia akan melelang dua kursi kosong Anggota Bursa (AB) yang ditinggalkan oleh PT Merrill Lynch Sekuritas Indonesia dan PT Deutsche Sekuritas Indonesia apabila keduanya tak menemukan pengganti/pembeli.

BEI memberikan waktu selama setahun ke depan kepada kedua broker asing tersebut mencari pengganti untuk duduk di kursi bursa yang mereka tinggalkan.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyampaikan, sejauh ini baru Merrill Lynch Sekuritas Indonesia yang telah mengumumkan resmi meninggalkan kursi AB-nya.

“[Deutsche Sekuritas Indonesia] belum. Tapi, mereka [DB dan ML] menyatakan akan memberhentikan operasinya di Indonesia,” kata Laksono pada awal pekan ini.

Adapun selama setahun ke depan, kedua broker asing tersebut diberikan kesempatan oleh bursa untuk mencari broker lain sebagai pembeli menggantikan posisinya sebagai AB di bursa secara business-to-business (B2B).

Apabila nantinya tidak ditemukan pembeli, bursa akan melakukan pelelangan selama sebulan sekali dalam enam bulan.

Laksono menegaskan, hengkangnya kedua sekuritas asing tersebut tidak berarti transaksi dari investor asing di Indonesia akan terganggu.

Pasalnya, nasabah dari kedua sekuritas tersebut akan masuk ke sekuritas asing lainnya sehingga tidak mempengaruhi nilai transaksi ke indonesia.

“Bukan berarti mereka tutup terus transaksinya tidak ada, kan dilewatin broker lain bisa,” imbuh Laksono.

Komisaris Independen Mirae Asset Sekuritas Indonesia Samsul Hidayat menambahkan, broker asing lain yang banyak di Indonesia bisa menangkap peluang dari mundurnya Deutsche Sekuritas Indonesia dan Merrill Lynch Sekuritas Indonesia tersebut.

Menurutnya, investor asing biasanya akan mencari pengganti broker asing juga dalam bertransaksi karena lebih memiliki jaringan (network) internasional.

“[Broker] asing kan banyak di Indonesia, tidak hanya Deutsche dan Merrill Lynch. Kontribusi dari transaksi mereka memang dialihkan ke broker lain mestinya. Itu kan kesempatan bagi broker asing lain,” ujar Samsul.

Samsul yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa di BEI menjelaskan, apabila broker keluar dari Anggota Bursa, broker tersebut akan memindahkan aset yang ada seperti portofolio nasabah kepada broker lain. Hal itu dilakukan secara bilateral dengan memberikan penawaran kepada investor.

Dengan demikian, sebenarnya yang hilang hanyalah service atau layanan dari broker yang keluar tersebut.

“Tapi secara transaksi, secara fasilitator tetap ada. Harusnya tidak banyak berpengaruh [kepada transaksi],” kata Samsul.

Adapun, sebelumnya diberitakan bahwa keputusan Deutsche Sekuritas Indonesia dan Merrill Lynch Sekuritas Indonesia meninggalkan Indonesia lebih karena restrukturisasi yang terjadi pada induk usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bei

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top