Pasar Obligasi Diproyeksi Menguat Terbatas

Dari sisi kurva, pasar obligasi berada di titik uptrend. Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi bakal dibuka menguat dengan potensi penguatan terbatas pada sesi perdagangan berikutnya.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  08:42 WIB
Pasar Obligasi Diproyeksi Menguat Terbatas
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Pasar obligasi pada perdagangan hari ini, Senin (12/8/2019), diperkirakan dibuka menguat dan berpotensi menguat terbatas akibat sentimen eksternal dan internal.

Dalam riset yang dipublikasikan Senin (12/8/2019), Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan dalam jangka pendek sebenarnya pasar obligasi masih menunjukkan kenaikan kendati dalam jangka panjang memiliki peluang cerah.

Alasannya, dari sisi kurva, pasar obligasi berada di titik uptrend. Di sisi lain, pada perdagangan hari ini, pasar obligasi bakal dibuka menguat dengan potensi penguatan terbatas pada sesi perdagangan berikutnya.

"Pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan terdapat beberapa sentimen yang memengaruhi pasar obligasi hari ini.

Pertama, White House telah menetapkan bahwa pihaknya menunda pemberian lisensi kepada perusahaan asal AS yang ingin bermitra dengan Huawei. Adapun, Huawei sendiri masuk dalam daftar hitam karena China belum melakhkan pembelian produk pertanian AS.

Di sisi lain, dia menyebut perusahaan teknologi seperti Qualcomm, Broadcom, dan Intel bakal terkena imbas keputusan ini.

Kedua, Trump terus menekan China agar segera mempercepat proses negosiasi dengan menyepakati poin-poin yang didiskusikan. Trump bahkan menyebut pada pembicaraan lanjutan yang rencananya digelar pada September pun belum tentu tercapai kesepakatan.

Trump menyebut hasil negosiasi tak akan berpengaruh banyak terhadap AS namun China bakal menanggung dampak buruk karena data ekonomi yang saat ini dipublikasikan dianggap tak mencerminkan kondisi sebenarnya. Di sisi lain, China justru menunjukkan sikap yang sama seperti AS.

Di tengah hambatan yang dilancarkan AS, China selalu menunjukkan bahwa Negara Tirai Bambu itu bisa berjalan sendiri. Sebagai contoh, ketika AS menarik lisensi penggunaan sistem operasi Android, Huawei justru mengembangkan sistem operasi sendiri.

Ketiga, sentimen yang memengaruhi pasar obligasi hari ini yaitu sinyal penurunan lanjutan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Di tengah sentimen negatif dari eksternal, BI menyatakan akan membuat kebijakan akomodatif sehingga bisa merangsang pertumbuhan ekonomi.

Atas pertimbangan tiga sentimen tersebut, Maximilianus merekomendasikan agar investor melakukan aksi beli secara terbatas guna memanfaatkan momentum penguatan.

"Kami merekomendasikan beli hari ini dengan volume terbatas. Cermati sentimen yang ada karena berpotensi menggerakan pasar hari ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top