Sejak Implementasi T+2, Likuiditas Pasar Modal Meningkat Signifikan

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, selama 42 tahun terakhir, pasar modal Indonesia berhasil mencatatkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp9,74 triliun. RNTH terus meningkat sejak 1977.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  09:58 WIB
Sejak Implementasi T+2, Likuiditas Pasar Modal Meningkat Signifikan
Dekorasi Main Hall Gedug BEI pada Peringatan 42 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Senin (12/8/2019). - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA - Likuiditas perdagangan di Bursa Efek Indonesia disebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan setelah implementasi sikuls penyelesaian transaksi T+2.

Pada Senin (12/8/2019), pasar modal Indonesia memperingati 42 tahun diaktifkannya kembali bursa saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, selama 42 tahun terakhir, pasar modal Indonesia berhasil mencatatkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp9,74 triliun. RNTH terus meningkat sejak 1977.

Terlebih semenjak diimplementasikannya siklus penyelesaian transaksi T+2 pada 28 November 2018-9 Agustus 2019 terjadi peningkatan likuiditas perdagangan.

Hal itu direpresentasikan oleh volume, nilai, dan frekuensi transaksi saham harian yang menanjak. Pada periode tersebut, volume transaksi harian naik 35%, RNTH meningkat 16%, dan frekuensi transaksi saham harian meningkat 17% dibandingkan dengan periode 1 tahun sebelumnya.

Dalam 42 tahun perjalanan pasar modal Indonesia, jumlah perusahaan tercatat juga meningkat pesat. PT Semen Cibinong Tbk. menjadi emiten pertama yang tercatat pada 1977.

Saat ini, ada 649 perusahaan tercatat. Jumlah itu termasuk 32 jumlah emiten baru yang listing sepanjang 1 Januari-2 Agustus 2019. Total nilai kapitalisasi pasar 649 emiten tersebut mencapai Rp7.205 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, bei

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top