Pilarmas Investindo Sekuritas : Faktor Eksternal Diproyeksi Hambat Penguatan Pasar Obligasi

Sejumlah faktor eksternal diperkirakan berpengaruh terhadap pergerakan obligasi pada Jumat (9/8/2019).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  08:16 WIB
Pilarmas Investindo Sekuritas : Faktor Eksternal Diproyeksi Hambat Penguatan Pasar Obligasi
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pasar obligasi RI diperkirakan menguat terbatas pada perdagangan Jumat (9/8/2019), akibat faktor eksternal.

Dikutip dari risetnya, Jumat (9/8), Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan kenaikan harga obligasi telah terjadi sejak perdagangan sebelumnya. Kendati demikian, investor harus tetap berhati-hati karena penguatan harga bisa saja terjadi akibat intervensi Bank Indonesia (BI). 

Di sisi lain, faktor eksternal terus menghambat penguatan yang berpotensi dicapai harga obligasi pada perdagangan hari ini.

"Pagi ini, pasar obligasi diperkirakan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas," ujarnya.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi perdagangan pada hari ini. Pertama, data neraca dagang, ekspor, dan impor China. Data neraca dagang menunjukkan capaian yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan ekspor stabil.

Menurut Nico, stabilnya kinerja ekspor China merupakan imbas pelemahan yuan. Hal itu juga akan mempertahankan kondisi China terhadap ancaman pengenaan tarif untuk ekspor China ke AS senilai US$300 miliar yang akan berlaku pada September 2019.

Dia melanjutkan pengenaan tarif tersebut tetap bakal berdampak pada perlambatan ekonomi China, yang diproyeksi menyentuh 6 persen atau bahkan 5,6 persen. Bila China tumbuh melambat, dampaknya akan dirasakan Indonesia karena Negeri Panda adalah tujuan ekspor Indonesia.

Kedua, Presiden AS Donald Trump masih mendorong The Fed agar lebih agresif membuat kebijakan moneter. Dia mengeluhkan penguatan dolar AS dan menginginkan pemangkasan suku bunga acuan lanjutan.

Ketiga, naiknya imbal hasil obligasi Eropa akibat sentimen politik di Italia. Wakil Perdana Menteri (PM) Italia Matteo Salvini menyatakan koalisi pemerintah tak lagi berfungsi sehingga diperlukan Pemilu.

Keempat, keputusan terkait lisensi bagi perusahaan AS untuk memulai bisnis dengan Huawei ditunda akibat perang dagang. Hal itu dilakukan karena China enggan melakukan pembelian produk pertanian AS sehingga Washington pun melakukan proteksi terhadap perusahaan asal China.

Nico memperkirakan konflik perang dagang masih terus meruncing yang artinya menegasikan hasil kesepakatan dalam pertemuan G20. Atas pertimbangan tersebut, dia merekomendasikan agar investor melakukan aksi beli pada hari ini, dengan tetap memperhatikan pergerakan imbal hasil obligasi di Eropa.

"Kami merekomendasikan beli hari ini, tapi tetap perhatikan pergerakan imbal hasil Eropa," ucap Nico.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top