FR0081 dan FR0082 Jadi Primadona Lelang SUN Hari Ini

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Selasa (30/7/2019), surat utang negara (SUN) seri FR0082 memeroleh tawaran tertinggi dalam lelang hari ini yakni sebesar Rp19,66 triliun.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  22:27 WIB
FR0081 dan FR0082 Jadi Primadona Lelang SUN Hari Ini
Model menunjukkan fitur mobile banking HSBC, fitur e-SBN, yang bisa dipergunakan untuk transaksi dan investasi surat berharga negara (SBN), di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Surat utang negara (SUN) seri FR0081 dan FR0082 menjadi primadona pada lelang yang digelar hari ini dengan penawaran mausk sebesar Rp30 triliun dari total Rp43,27 triliun.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Selasa (30/7/2019), surat utang negara (SUN) seri FR0082 memeroleh tawaran tertinggi dalam lelang hari ini yakni sebesar Rp19,66 triliun.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko, Selasa (30/7/2019), seri FR0082 merupakan seri SUN jatuh tempo pada 15 September 2030. Dari total tawaran yang masuk, nominal yang dimenangkan sebesar Rp11,6 triliun.

Lalu, nominal kompetitif yang dimenangkan sebesar Rp8,12 triliun dan nominal nonkompetitif yang dimenangkan Rp3,48 triliun.

Seri ini memiliki kupon 7 persen dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,28 persen dan yield tertinggi yang dimenangkan yakni 7,3 persen.

Di bawah seri FR0082, di posisi kedua terdapat FR0081 jatuh tempo pada 15 Juni 2025 yang mendapat penawaran masuk sebesar Rp10,38 triliun, namun jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp5,05 triliun yang terdiri dari nominal kompetitif Rp3,53 triliun dan nominal nonkompetitif Rp1,51 triliun.

Seri FR0081 memiliki kupon 6,5 persen dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,71 persen dan yield tertinggi yang dimenangkan yakni 6,73 persen. Kedua seri ini menjadi primadona karena diproyeksikan menjadi seri acuan baru untuk SUN tenor 5 tahun dan 10 tahun pada 2020.

Kemudian, seri SPN03191031 yang jatuh tempo pada 31 Oktober 2019 mendapat penawaran masuk sebesar Rp5,45 triliun, namun jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp2 triliun yang terdiri dari nominal kompetitif Rp1  triliun dan nominal nonkompetitif Rp1 triliun. Seri SPN03191031 memiliki kupon diskonto dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,65 persen dan yield tertinggi yang dimenangkan yakni 5,7 persen.

Seri lainnya yakni seri SPN12200410 yang jatuh tempo pada 10 April 2020. Seri ini mendapatkan penawaran masuk Rp4,17 triliun. Kendati demikian, nominal yang dimenangkan sebesar Rp1,05 triliun dengan Rp525 miliar di antaranya merupakan nominal kompetitif dan sisanya nominal non-kompetitif yang dimenangkan. Seri ini menawarkan tingkat kupon diskonto dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,83 persen dan yield tertinggi yang dimenangkan sebesar 5,9 persen.

Seri lainnya dengan penawaran masuk lebih rendah yakni FR0080 dengan tawaran masuk sebesar Rp2,43 triliun. Seri ini jatuh tempo pada 15 Juni 2035 dan mengalokasikan Rp1,01 triliun sebagai nominal kompetitif dan Rp435 miliar untuk nominal non-kompetitif karena nominal yang dimenangkan sebesar Rp1,45 triliun.

Sisanya, dua seri yang mendapatkan tawaran terendah yakni seri FR0079 dengan Rp524 miliar dan seri FR0076 dengan Rp640 miliar. Adapun, dari tawaran masuk itu, nilai yang terserap untuk seri FR0079 Rp150 miliar. Kemudian, untuk seri FR0076 menyerap Rp150 miliar dengan Rp105 miliar masuk ke nominal kompetitif dan Rp45 miliar untuk nominal non-kompetitif.

SUN seri FR0079 menawarkan kupon 8,37 persen dengan yield rata-rata tertimbang 7,8 persen dan yield tertinggi yang dimenangkan 7,82 persen. Lalu, seri FR0076 menawarkan kuoon 7,37 persen dengan yiled rata-rata tertimbang sebesar 7,96 persen dan yield tertinggi yang dimenangkan 7,97 persen.

Kedua seri ini merupakan SUN dengan tenor di atas 20 tahun. Seri FR0079 jatuh tempo pada 15 April 2039 dan seri FR0076 jatuh tempo pada 15 Mei 2048. Dengan demikian, dari total penawaran masuk Rp43,27 triliun, Pemerintah menyerap Rp21,45 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sbn, surat utang negara

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top