Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Karet Ditutup Melemah di Tengah Kekhawatiran Turunnya Permintaan

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Desember 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melemah 0,58 persen atau 1,10 poin di level 187,60 yen per kg dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  15:29 WIB
Pekerja menyadap pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (20/3). - Antara/Abriawan Abhe
Pekerja menyadap pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (20/3). - Antara/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di Tokyo ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (26/7/2019), menyusul kekhawatiran akan turunnya permintaan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Desember 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melemah 0,58 persen atau 1,10 poin di level 187,60 yen per kg dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (25/7), harga karet kontrak Desember 2019 ditutup rebound dengan penguatan 1,40 persen atau 2,60 poin ke level 188,7 yen per kg (lihat tabel).

Sementara itu, harga karet kontrak September 2019 di Shanghai Futures Exchange hari ini berakhir melemah 0,14 persen atau 15 poin di level 10,805 yuan per ton, setelah ditutup rebound 1,6 persen di posisi 10,820 pada Kamis (25/7).

Dilansir Bloomberg, harga karet melemah di tengah kekhawatiran atas turunnya permintaan dari produsen ban karena penjualan mobil yang melambat.

Nissan Motor Co mengumumkan rencana pengurangan produksi setelah melaporkan penurunan laba sebesar 99 persen, tertekan oleh minimnya lini produk baru dan penurunan penjualan kendaraan di AS dan Eropa.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Sementara itu, Ford Motor Co. merilis proyeksi laba tahunan yang mengecewakan para investor karena produsen mobil asal AS tersebut meluncurkan kendaraan sport baru dan berjuang untuk bersaing di pasar mobil China.

Analis di broker komoditas Fujitomi, Kazuhiko Saito mengataka, mengingat adanya perlambatan dalam penjualan mobil global, investor tidak bisa bersikap bullish terhadap harga karet berjangka.

Di sisi lain, pelemahan harga tertahan oleh sentiment dari rencana pertemuan tiga negara produsen utama, Thailand, Indonesia dan Malaysia, pada awal Agustus di Bangkok.

Wakil kerja sama ekonomi internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman mengatakan pertemuan tersebut memiliki agenda untuk meninjau pasokan dan permintaan karet alam global, termasuk penerapan pembatasan ekspor.

Pembatasan ekspor selama empat bulan oleh Indonesia dan Malaysia yang telah membantu menaikkan harga di paruh pertama akan berakhir pada akhir Juli, sementara Thailand akan berakhir pada akhir September. Tiga negara ini menyumbang dua pertiga dari produksi karet alam global.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Desember 2019 di Tocom
TanggalHarga (yen/kg)Perubahan (persen)
26/7/2019187,60-0,58
25/7/2019188,70+1,4
24/7/2019186,10-0,48

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top