Semester I/2019, Dana Kelolaan Avrist Asset Management Tumbuh 25 Persen

PT Avrist Asset Management menargetkan Asset Under Management (AUM) sebesar Rp5,6 triliun pada tahun ini.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  09:25 WIB
Semester I/2019, Dana Kelolaan Avrist Asset Management Tumbuh 25 Persen
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA -- Total dana kelolaan Avrist Asset Management tumbuh sekitar 25 persen sepanjang semester I/2019.
 
Direktur Utama Avrist Asset Management Hanif Mantiq menyampaikan kenaikan total dana kelolaan sepanjang paruh pertama tahun ini disumbangkan oleh meningkatnya Asset Under Management (AUM) produk reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham.
 
Total dana kelolaan reksa dana Avrist Asset Management meningkat sekitar 25 persen menjadi Rp4 triliun sepanjang periode Januari—Juni 2019, yang termasuk di dalamnya dana discretionary fund, dibandingkan posisi pada awal tahun lalu yang senilai Rp3,2 triliun.
 
“Naik sekitar Rp800 miliar dari posisi Rp3,2 triliun pada awal tahun,” katanya kepada Bisnis, Senin (22/7/2019).
 
Hanif mengungkapkan produk reksa dana pendapatan tetap dan saham masing-masing berkontribusi paling besar terhadap AUM senilai Rp1 triliun. Sementara itu, sisanya masuk dari produk reksa dana pasar uang dan reksa dana terproteksi.
 
Target AUM sebesar Rp5,6 triliun pun optimistis dapat tercapai hingga akhir tahun ini. Pasalnya, target AUM dari reksa dana saham dan pendapatan tetap telah mendekati target dengan realisasi sebesar 80—90 persen.
 
“Yang masih banyak itu di reksa dana terproteksi, baru 50 persen, dan pasar uang. Saya kira masih terkejar nanti [target AUM] di reksa dana terproteksi dan pasar uang pada semester II/2019,” imbuhnya.
 
Adapun Avrist Asset Management akan meluncurkan 6 produk lagi hingga akhir tahun ini, yang terdiri atas 4 produk reksa dana terproteksi, 1 produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis obligasi, dan 1 produk reksa dana pendapatan tetap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manajer investasi, reksa dana

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top