Kinerja CSX Picu Kekhawatiran, Wall Street Ditutup Melemah

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 115,78 poin atau 0,42 persen ke level 27.219,85, sedangkan indeks S&P 500 melemah 19,62 poin atau 0,65 persen ke 2.984,42 dan Nasdaq Composite turun 37,59 poin atau 0,46 persen ke 8.185,21.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  06:34 WIB
Kinerja CSX Picu Kekhawatiran, Wall Street Ditutup Melemah
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat melemah pada akhir perdagangan Rabu (17/7/2019) karena kinerja CSX Corp yang lemah memicu kekhawatiran bahwa perang perdagangan yang berlarut-larut antara AS dan China dapat mengganggu pendapatan perusahaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 115,78 poin atau 0,42 persen ke level 27.219,85, sedangkan indeks S&P 500 melemah 19,62 poin atau 0,65 persen ke 2.984,42 dan Nasdaq Composite turun 37,59 poin atau 0,46 persen ke 8.185,21.

Saham CSX jatuh 10,3 persen, penurunan harian terbesar sejak 2008, setelah perusahaan angkutan kereta api ini membukukan laba kuartal II/2019 yang lebih rendah dari yang diperkirakan dan memangkas proyeksi pendapatan setahun penuh.

Ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung telah berkontribusi pada penurunan volume angkutan truk dan kereta api pada paruh pertama 2019.

CSX adalah salah satu dari hambatan terbesar pada indeks S&P 500, bersama dengan Union Pacific Corp dan Berkshire Hathaway Inc yang memiliki BNSF Railway. Union Pacific dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Kamis (18/7), sahamnya turun 6,1 persen.

Pelemahan dalam saham perusahaan kereta api menekan indeks industri S&P 500 yang melemah 2,2 persen, yang terbesar di antara 11 sektor utama S&P lainnya. Adapun indeks transportasi Dow Jones turun 3,6 persen.

Beige Book Federal Reserve, ringkasan anekdot dari bisnis di AS, juga menunjukkan tekanan terkait perdagangan pada perusahaan transportasi dan manufaktur.

"Kekhawatiran perdagangan adalah ketidakpastian. Ini bisa jadi dampak negatif yang sangat besar. Biaya akan berasal dari tarif yang lebish tinggi."

Tetapi kekhawatiran terkait perang perdagangan adalah faktor penting yang mendukung ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve akhir bulan ini, kata Ed Campbell, manajer portofolio dan direktur pelaksana di QMA.

Antisipasi penurunan suku bunga telah membantu mendorong saham AS ke posisi tertinggi baru dalam sepekan terakhir.

"Salah satu hal yang dilakukan Trump dengan perdagangan adalah dia menggunakannya sebagai alat melawan the Fed. The Fed mengutip ketidakpastian terkait dengan perdagangan sebagai alasan mereka untuk memangkas suku bunga," kata Campbell

Di antara saham yang bergerak, saham Bank of America Corp menguat 0,7 persen setelah membukukan laba, meskipun perusahaan menurunkan perkiraan pendapatan bunga bersih tahunan.

Saham Netflix Inc jatuh hampir 11 persen dalam perdagangan after-hours setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal II/2019.

Laba untuk perusahaan S&P 500 diperkirakan akan naik 0,4 persen pada kuartal kedua dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data Refinitiv IBES.

Saham Abbott Laboratories naik 3,1 persen setelah produsen perangkat medis melampaui estimasi laba kuartalan dan mengangkat perkiraan laba setahun penuh yang disesuaikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top