Menanti Sinyal Kuat Saham TLKM

Tren penggunaan data yang kuat yang sepanjang periode Lebaran dan adanya sinyal kenaikan tarif data menjadi sinyal positif untuk industri telekomunikasi.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 05 Juli 2019  |  05:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Tren penggunaan data yang kuat yang sepanjang periode Lebaran dan adanya sinyal kenaikan tarif data menjadi sinyal positif untuk industri telekomunikasi.

Berdasarkan riset Analis Ciptadana Sekuritas Gani menyebutkan bahwa PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. menaikkan tarif data selama liburan Lebaran. Kenaikan tarif tersebut terjadi pada semua merek yaitu Simpati, Kartu As, dan Loop pada paket data bulanan. Kenaikan tarif bervariasi di kisaran 1,3%—13,9%.

Menurutnya, penyesuaian tarif data tersebut menunjukkan bahwa perbaikan tarif data sedang terjadi di industri telekomunikasi, meskipun tidak terjadi secara cepat.

“Kenaikan tarif menegaskan pandangan kami bahwa lanskap kompetitif industri sedang menuju ke arah yang lebih baik,” sebutnya.

Dia mengatakan bahwa, kenaikan tarif yang terjadi pada kuartal II/2019 saat arus yang melonjak pada Hari Raya Lebaran membuat posisi TLKM pada periode tersebut menjadi kuat.

Penjualan data menyumbang pemasukan 60% terhadap pendapatan TLKM, meskipun diproyeksikan akan tumbuh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami mengulangi rekomendasi beli kami di TLKM dan menaikan TP kami ke Rp4.600  per saham dari sebelumnya Rp4.375.”

Sementara itu, Analis Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia Raymond Kosasih dalam risetnya menyebutkan bahwa terlihat perkembangan positif yang dilakukan Telkomsel yang telah meningkatkan harga paket data di wilayah persaingan yang sengit dengan kompetitor.

Kenaikan harga rata-rata Telkomsel sebelum dan sesudah libur Idulfitri berkisar 5%. Hal tersebut menegaskan bahwa meskipun kompetisi di industri telekomunikasi sedang ketat, tetapi tidak membuat kinerja buruk.

Hingga saat ini, Telkomsel mencatatkan kontribusi pendapatan data untuk pendapatan seluler telah mencapai 62%, meningkat signifikan dari 53% kuartal IV/2018.

Adapun, dia mempercayai secara konsolidasi, laba TLKM akan pulih dari penurunan yang terjadi pada 2018, meskipun tidak akan terjadi secara cepat.

“Kami mempertahankan peringkat Beli kami di TLKM, dengan target harga Rp4.575,” pungasknya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telkomsel

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top