Investor Cermati Prospek Resolusi Dagang AS-China, Wall Street Variatif

Indeks S&P 500 di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir melemah pada perdagangan Rabu (26/6/2019), saat investor mencermati beragam sinyal seputar prospek resolusi perdagangan AS-China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  06:25 WIB
Investor Cermati Prospek Resolusi Dagang AS-China, Wall Street Variatif
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks S&P 500 di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir melemah pada perdagangan Rabu (26/6/2019), saat investor mencermati beragam sinyal seputar prospek resolusi perdagangan AS-China.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup turun 0,12 persen atau 3,6 poin di level 2.913,78 dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun tipis 0,04 persen atau 11,4 poin di level 26.536,82.

Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite mampu berakhir naik 0,32 persen atau 25,25 poin di level 7.909,97. Saham teknologi mendorong Nasdaq ke posisi lebih tinggi, sedangkan Dow Jone membukukan penurunan tipis.

Ketiga indeks saham utama AS itu berjuang untuk menentukan arah pergerakannya sepanjang sesi perdagangan Rabu, saat pasar mencermati apakah pertemuan yang direncanakan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 akhir pekan ini akan menghasilkan progres.

Pasar sebelumnya mampu bergerak positif setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan progres penyelesaian kesepakatan perdagangan antara AS dan China mencapai sekitar 90 persen.

Trump namun kemudian mengatakan bahwa walaupun sangat mungkin untuk menghindari mengenakan tarif tambahan pada barang-barang impor China, ia sangat puas dengan kondisi saat ini.

“Optimisme (perdagangan) telah mereda seiring dengan berjalannya hari,” ujar Robert Pavlik, kepala strategi investasi di SlateStone Wealth LLC, New York.

“Pekan lalu pasar memiliki arah yang jelas tentang apa yang harus difokuskan: pemangkasan suku bunga pada Juli serta pertemuan Trump dan Xi di G20 untuk membahas dibukanya kembali perundingan perdagangan. Apa yang terjadi sejak saat ini adalah pemerintah telah membingungkan pasar,” terangnya.

Ketidakpastian itu menambah beban pada pasar yang telah dikecewakan oleh pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve AS mengenai prospek penurunan suku bunga secara agresif pada Juli.

Berpidato di Dewan Hubungan Luar Negeri pada Selasa (25/6), Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan kembali independensi Fed terhadap tekanan pasar maupun Presiden Donald Trump.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Bloomberg, Presiden Fed St. Louis James Bullard mengutarakan bahwa dia tidak berpikir The Fed perlu menurunkan suku bunga sebesar setengah poin persentase dalam pertemuan kebijakan berikutnya Juli.

Kenaikan harga minyak mentah berhasil mendorong saham energi. Perusahaan-perusahaan energi dan teknologi mencatat kenaikan persentase terbesar di antara 11 sektor utama pada S&P 500, sementara perusahaan-perusahaan defensif, real estat, dan kebutuhan pokok mengalami kerugian terbesar.

Saham pembuat chip memimpin reli sektor teknologi. Philadelphia SE Semiconductor index naik 3,2 persen setelah Micron Technology Inc membukukan hasil optimistis dan memperkirakan pemulihan permintaan chip. Saham Micron pun melonjak 13,3 persen.

Sementara itu, saham Apple Inc. naik 2,2 persen setelah produsen iPhone ini mengkonfirmasikan perihal membeli startup self-driving Drive.ai.

Pergerakan Bursa Wall Street 26 Juni

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

26.536,82

-0,04

S&P 500

2.913,78

-0,12

Nasdaq

7.909,97

+0,32

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top