Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Eropa Melemah Empat Hari Beruntun

Bursa Eropa melemah untuk hari keempat berturut-turut pada perdagangan Rabu (26/6/2019), akibat terbebani pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve Amerika Serikat (AS) mengenai suku bunga dan beragam sinyal dari Washington tentang konflik dagang AS-China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  06:22 WIB
Indeks Bursa Eropa - Reuters
Indeks Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa melemah untuk hari keempat berturut-turut pada perdagangan Rabu (26/6/2019), akibat terbebani pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve Amerika Serikat (AS) mengenai suku bunga dan beragam sinyal dari Washington tentang konflik dagang AS-China.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup turun 0,3 persen dan siap mengakhri reli tiga pekan beruntun sebelumnya yang mampu dibukukan karena ekspektasi stimulus moneter global dan harapan perundingan perdagangan AS-China.

Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengatakan progres dalam menyelesaikan sengketa perdagangan antara AS dan China mencapai 90 persen.

Namun sekonyong-konyong Presiden AS Donald Trump kemudian mengancam akan mengenakan tarif lebih lanjut pada barang-barang China, menjelang pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping pada 29-29 Juni di sela-sela KTT G20 di Jepang.

“Tetap ada ketidakpastian. Sekarang persoalannya adalah apakah kita lebih suka menantikan agenda yang akan datang dalam beberapa hari ke depan ketimbang mendengarkan retorika,” ujar Mark Taylor dari Mirabaud Securities, seperti dikutip dari Reuters.

Komentar soal perdagangan AS-China itu muncul setelah The Fed mengecewakan harapan pasar mengenai penurunan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada pertemuan Juli.

Dalam pidatonya di Dewan Hubungan Luar Negeri AS pada Selasa (25/6/2019), Gubernur The Fed Jerome Powell membela independensi bank sentral AS dari tekanan Presiden Trump dan pasar keuangan yang menginginkan penurunan suku bunga secara agresif.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Bloomberg, Presiden Fed St. Louis James Bullard mengutarakan bahwa dia tidak berpikir The Fed perlu menurunkan suku bunga sebesar setengah poin persentase dalam pertemuan kebijakan berikutnya Juli.

Saham real estat, kesehatan, dan utilitas mendorong pelemahan pada perdagangan Rabu, sementara saham bank, yang cenderung mendapat manfaat dari suku bunga lebih tinggi, juga saham otomotif dan energi, mengungguli.

Adapun saham produsen obat Novartis dan Roche masing-masing turun 2 persen dan 0,7 persen, serta membebani bursa saham Swiss yang turun 0,6 persen di tengah serangkaian perselisihan seputar kesetaraan pasar saham antara Swiss dan Uni Eropa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top