Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Karet Turun Dihantui Spekulasi Lonjakan Suplai

Harga karet di sejumlah bursa berjangka di Asia melemah pada perdagangan hari ini, Senin (24/6/2019), di tengah spekulasi bahwa harga bahan karet yang tinggi dapat mendorong produsen untuk meningkatkan output.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  15:00 WIB
Harga Karet Turun Dihantui Spekulasi Lonjakan Suplai
Petani mengumpulkan getah karet hasil panen di perkebunan Bathin II Babeko, Bungo, Jambi, Sabtu (30/3/2019). Harga jual getah karet di tingkat petani setempat berangsur naik dari Rp8.000 per kilogram pada minggu lalu menjadi Rp8.200 per kilogram per hari ini. ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di sejumlah bursa berjangka di Asia melemah pada perdagangan hari ini, Senin (24/6/2019), di tengah spekulasi bahwa harga bahan karet yang tinggi dapat mendorong produsen untuk meningkatkan output.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet TSR20 untuk kontrak November 2019 di Singapore Exchange melemah 0,8 persen atau 1,20 poin ke level US$1.473/kg pada pukul 14.02 WIB.

Di Shanghai Futures Exchange, harga karet kontrak September 2019 ditutup melemah 155 poin atau 1,32 persen di level 11.600 yuan per ton.

Adapun harga karet untuk kontrak teraktif November 2019 Tokyo Commodity Exchange (Tocom) berakhir melemah 0,9 persen atau 1,80 poin di level 198 yen per kg.

Dilansir dari Bloomberg, kontrak berjangka karet untuk pengiriman November di Singapura turun ke level intraday terendahnya sejak 4 Juni setelah melorot 2 persen pekan lalu.

“Karet grade RSS-3 untuk pengiriman dari Bangkok stabil di US$2,05 per satu kilogram,” ujar Kazuhiko Saito, seorang analis di Fujitomi.

Chairman Top Glove, produsen sarung tangan terbesar di dunia, pekan lalu mengatakan bahwa petani-petani kecil kini lebih suka menyadap pohon karet karena harga lateks telah meningkat sekitar 40 persen sejak akhir tahun lalu. Hal ini serta merta meningkatkan pasokan karet alam.

Menurut analisis Bloomberg Intelligence, lonjakan pasokan karet alam selama dekade berikutnya akan terus membanjiri permintaan yang sebagian besar didorong oleh meningkatnya jumlah kendaraan listrik.

Turut membebani harga karet, jumlah stok karet yang dipantau oleh Shanghai Futures Exchange naik menjadi 426.905 ton pekan lalu, peningkatan pekan keempat berturut-turut. Sementara itu, ekspor karet Thailand Januari-Mei turun 8,17 persen y/y menjadi 1,38 juta ton.

Berbanding terbalik dengan karet, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2019 menanjak 1,24 persen atau 0,71 poin ke level US$58,14 per barel pada pukul 14.00 WIB.

Adapun harga minyak acuan global Brent untuk kontrak Agustus 2019 lanjut menguat 0,75 persen atau 0,49 poin ke level US$65,69 per barel, kenaikan hari ketiga berturut-turut.

Pergerakan Harga Karet Kontrak September 2019 di Shanghai

Tanggal                              

Harga (Yuan/ton)            

Perubahan (persen)

24/6/2019

11.600

-1,32

21/6/2019

11.755

+0,09

20/6/2019

11.745

-0,59

Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas harga karet
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top