Bayan Resources (BYAN) Teken Perjanjian Pasokan Batu Bara ke Bangladesh US$1 Miliar

PT Bayan Resources Tbk. meneken perjanjian pasokan batu bara dengan Bangladesh-China Power Company (Pvt.) Limited berdurasi 10 tahun dengan nilai US$1 miliar.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 22 Juni 2019  |  17:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— PT Bayan Resources Tbk. meneken perjanjian pasokan batu bara dengan Bangladesh-China Power Company (Pvt.) Limited berdurasi 10 tahun dengan nilai US$1 miliar.

Bangladesh-China Power Company (Pvt.) Limited (BCPCL) merupakan usaha patungan antara North-West Power Generation Company Bangladesh Limited dan China National Machinery Import and Export Corporation (CMC).

Batu bara akan dipasok ke pembangkit tenaga listrik thermal 1.320 Megawatt (Mw) Payra fase pertama. Fasilitas itu telah dibangun di Kalapara Upazila, Distrik Patuakhali, Bangladesh Selatan.

Dalam siaran pers, Jumat (21/6/2019), Manajemen Bayan Resources menjelaskan bahwa perjanjian itu memiliki jangka waktu 10 tahun pertama sejak dimulai pengiriman yang diperkirakan pada Juni 2020. Kesepakatan tersebut juga memuat opsi perpanjang kontrak 10 tahun ke depan.

Adapun, volume untuk 10 tahun pertama sebanyak 23 juta ton atau bernilai di atas US$1 miliar dengan menggunakan harga batu bara saat ini. 

Direktur Utama Bayan Resources Dato’ Dr. Low Tuck Kwong mengatakan kontrak ini tidak hanya menandai dimulainya hubungan kedua perusahaan. Akan tetapi, perjanjian tersebut memperkuat hubungan antara Indonesia dan Bangladesh.

“Bayan merasa sangat terhormat dapat dipilih sebagai pemasok utama batu bara untuk pembangkit listrik tenaga Thermal Payra 1.320 Mw,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (21/6/2019).

Berdasarkan catatan Bisnis, emiten berkode saham BYAN itu melaporkan pendapatan US$365,41 juta pada kuartal I/2019. Realisasi itu turun 10,44% dari US$408,00 juta pada kuartal I/2018.

Sebaliknya, beban pokok pendapatan BYAN itu naik 5,54% secara tahunan. Jumlah yang dikeluarkan naik dari US$200,83 juta pada kuartal I/2018 menjadi US$211,96 per kuartal I/2019.

Dari situ, laba bruto yang dibukukan perseroan senilai US$153,45 juta per 31 Maret 2019. Posisi itu turun 25,93% dibandingkan dengan US$207,16 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Beban penjualan perseroan tercatat naik signifikan pada kuartal I/2019. Pasalnya, pos tersebut naik 36,79% dari US$25,74 juta pada kuartal I/2018 menjadi US$35,21 juta.

Dengan demikian, BYAN membukukan laba bersih US$84,23 juta pada kuartal I/2019. Pencapaian tersebut turun 30,85% dari US$121,81 juta pada kuartal I/2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bayan resources

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top