Jelang Hasil Pertemuan The Fed, Pound Sterling Masih Bearish

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa (18/6/2019) hingga pukul 17.06 WIB, pound sterling bergerak pada level US$1,2526 per pound sterling, melemah 0,06%. Adapun, pada pertengahan perdagangan pasangan GBP/USD terpantau berhasil menguat dengan naik sebesar 0,04% di level US$1,2537 per pound sterling.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  17:34 WIB
Jelang Hasil Pertemuan The Fed, Pound Sterling Masih Bearish
Pound sterling. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Proyeksi pergerakan pound sterling masih bearish pada perdagangan Selasa (18/6/2019) meski dolar AS bergerak terbatas menjelang hasil pertemuan The Fed.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa (18/6/2019) hingga pukul 17.06 WIB, pound sterling bergerak pada level US$1,2526 per pound sterling, melemah 0,06%. Adapun, pada pertengahan perdagangan pasangan GBP/USD terpantau berhasil menguat dengan naik sebesar 0,04% di level US$1,2537 per pound sterling.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang mayor lainnya bergerak menguat tipis 0,17% menjadi 97,722.

Analis PT Rifan Financindo Berjangka Puja Purbaya Sakti mengatakan bahwa pasangan GBP/USD masih tertekan oleh kondisi politik di Inggris dan mencatatkan level terendah baru selama perdagangan 2019.

"Kondisi ini terjadi karena investor mengkhawatirkan Boris Johnson sebagai kandidat PM Inggris terkuat menggantikan Theresa May," ujar Sakti kepada Bisnis.com, Selasa (18/6/2019).

Saat ini Boris Johnson menerima dukungan positif dari banyak anggota parlemen yang cukup memiliki pengaruh dan telah memperoleh suara mencapai 114 pada jajak pendapat, menjadikannya calon terkuat dalam pemilihan Perdana Menteri Inggris.

Terpilihnya Boris Johnson nantinya dapat membuat Inggris berada di jalur Hard Brexit atau Brexit tanpa adanya kesepakatan. Selain itu ditengah kisruh politik dalam negeri yang masih berlanjut, Bank Sentral Inggris (BoE) juga akan merilis kebijakan moneternya.

Sebelumnya, Kepala Ekonom BoE Andy Aldane mengatakan bahwa BoE telah mendekati waktu untuk menaikkan suku bunga sebagai upaya membantu pertumbuhan ekonomi Negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Pada saat yang sama pula, The Fed memulai pertemuan dua harinya untuk merumuskan kebijakan moneter terbaru yang diperkirakan masih akan tetap mempertahankan suku bunga saat ini.

Namun, perhatian investor justru tertuju kepada pernyataan The Fed setelah serangkaian data ekonomi yang cenderung mengecewakan dan memicu spekulasi pemangkasan suku bunga.

Sakti mengatakan, secara umum pasangan GBP/USD masih berpotensi naik terbatas pada perdagangan selanjutnya. Dia memproyeksi pound sterling akan bergerak dengan level resisten di kisaran US$1,2582 per pound sterling dan level support US$1,2508 per pound sterling.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mata uang, Kebijakan The Fed, pound sterling

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top