Ringkasan Perdagangan 13 Juni: IHSG & Rupiah Turun Lagi, Harga Emas Naik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari kedua berturut-turut bersama dengan nilai tukar rupiah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  07:01 WIB
Ringkasan Perdagangan 13 Juni: IHSG & Rupiah Turun Lagi, Harga Emas Naik
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari kedua berturut-turut.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga berlanjut di tengah tergerusnya daya tarik aset berisiko.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Kamis (13/6/2019):

IHSG Berakhir Turun Tipis, Saham Ini Tahan Koreksinya

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup turun tipis 0,05 persen atau 3,09 poin di level 6.273,08 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Dari 634 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 203 saham menguat, 203 saham melemah, dan 228 saham stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. (INKP) yang masing-masing naik 1,27 persen dan 5,32 persen mampu menopang sekaligus menahan besarnya pelemahan IHSG.

Selera Investasi Aset Berisiko Turun, Rupiah Ikut Melemah

Rupiah ditutup terdepresiasi pada perdagangan hari ini seiring dengan berkurangnya selera investasi aset berisiko akibat kekhawatiran pasar terkait dengan perlambatan ekonomi global.

Currency Strategist Scotiabank Singapura Gao Qi mengatakan bahwa lesunya selera investasi aset berisiko saat ini tengah membebani pasar yang juga berdampak pada mata uang emerging market di Asia.

"Mata uang emerging market di Asia melemah karena Trump telah menaikkan prospek sanksi untuk memblokir pipa gas alam di Eropa yang semakin membebani pertumbuhan ekonomi dunia," ujar Gao Qi seperti dikutip dari Bloomberg.

Pasar Saham Global Variatif di Tengah Ketegangan Geopolitik

Bursa Eropa dan indeks futures Amerika Serikat (AS) mampu naik, mengabaikan pelemahan di bursa Asia, di tengah serangkaian ketegangan geopolitik.

Indeks Stoxx Europe 600 sebelumnya dibuka di zona merah menyusul berlanjutnya pelemahan yang dialami di kawasan Asia. Namun, indeks acuan Eropa ini kemudian mampu membalik pelemahannya, diikuti indeks futures di AS.

Di sisi lain, ketegangan di Hong Kong masih tampak pascabentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa pada Rabu (12/6) dan perselisihan perdagangan antara AS dan China juga masih belum terselesaikan.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2019 terpantau lanjut naik 3,40 poin atau 0,25 persen ke level US$1.340,20 per troy ounce pukul 18.44 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas bergerak di level 1.335-1.342,70.

Sementara itu, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta naik Rp2.000 menjadi Rp675.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam naik Rp9.000 menjadi Rp604.000 per gram.

Insiden Selat Hormuz Dongkrak Minyak, Harga Karet Terangkat

Harga karet di bursa Shanghai dan Tokyo berhasil mengikis sebagian pelemahannya pada akhir perdagangan hari ini, didongkrak rebound harga minyak mentah.

Pada perdagangan Rabu (12/6), baik harga minyak WTI dan Brent anjlok sekitar 4 persen. Keduanya sempat melanjutkan pelemahan akibat tensi perdagangan AS-China dan mempengaruhi pergerakan harga karet.

Namun harga minyak dunia kembali bergelora menyusul dugaan serangan terhadap dua tanker di Teluk Oman, wilayah yang berdekatan dengan Iran dan Selat Hormuz.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top