Dolar Diuji, Mata Uang Global Menguat

Mata uang global seperti euro, yen, poundsterling, dan dolar Australia mulai terkerek seiring dengan melemahnya dolar.
Dolar Diuji, Mata Uang Global Menguat Novita Sari Simamora | 05 Juni 2019 16:35 WIB
Dolar Diuji, Mata Uang Global Menguat
Karyawan memegang mata uang dolar AS di tempat penukaran valuta asing, Jakarta, Kamis (8/11/2017). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Mata uang global seperti euro, yen, poundsterling, dan dolar Australia mulai terkerek seiring dengan melemahnya dolar.

Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi menuliskan dalam laporan Rabu (6/5/2019), peluang penguatan EURUSD bisa terjadi jika dolar kembali mendapat sentimen negatif dari rilis data-data ekonomi AS, seperti data NFP versi ADP dan indeks aktivitas nonmanufaktur.

Apalagi, saat ini ekspektasi pemangkasan tingkat suku bunga The Fed semakin meningkat. Tidak ada rilis data ekonomi penting dari Zona Euro yang dapat memicu volatilitas pada EURUSD.

EURUSD
Area resisten 1.1265 terlihat menjadi resisten kuat. Peluang penguatan EURUSD akan menguji level 1.1280 sebelum mengincar area level 1.1300. Terutama jika hari ini dolar kembali melemah karena sentimen negatif rilis data-data ekonomi AS. Support terdekat 1.1220.

GBPUSD
GBPUSD masih berpeluang menguat menguji level 1.2740 sebelum mengincar 1.2770. Terutama jika dolar masih melemah dan rilis data indeks sektor jasa Inggris dirilis lebih baik ekspektasi 50.6. Support terdekat di 1.2670.

USDJPY
USDJPY tampak bergerak konsolidasi di area level 108.00 di tengah pasar yang masih mengantisipasi akan outlook perekonomian global. Namun, selama bergerak di atas 107.80, USJPY masih dalam kecenderungan untuk menguat mengincar area 108.50. Support 107.50.

AUDUSD
Data GDP Australia yang dirilis lebih baik dari sebelumnya dan sesuai ekspektasi 0.4% berpotensi menopang penguatan AUDUSD selanjutnya. Jika mampu bergerak konsisten di atas level psikologis 0.7000 peluang penguatan selanjutnya mengincar level 0.7040. Support terdekat di 0.6965.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar

Editor : Maria Yuliana Benyamin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top