Lawan Pelemahan Bursa Asia, IHSG Ditutup Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,18 persen atau 70,96 poin di level 6.104,11 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  17:21 WIB
Lawan Pelemahan Bursa Asia, IHSG Ditutup Menguat
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan mampu mempertahankan rebound hingga akhir perdagangan hari ini, Rabu (29/5/2019), di tengah pelemahan bursa regional.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,18 persen atau 70,96 poin di level 6.104,11 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (28/5), IHSG ditutup melemah 1,08 persen atau 65,83 poin ke level 6.033,14.

Indeks sebelumnya dibuka rebound dengan penguatan 0,44 persen atau 26,39 poin di level 6.059,53. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.054,57 – 6.112,43.

Sebanyak tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, didorong sektor infrastruktur yang menguat 2,21 persen dan sektor aneka industri yang menguat 1,62 persen.

Di sisi lain, sektor pertanian yang melemah 0,09 persen dan sektor tambang yang turun 0,06 persen menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Dari 633 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 220 saham menguat, 159 saham melemah, dan 254 saham stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia yang masing-masing menguat 3,41 persen dan 2,44 persen menjadi penopang utama penguatan IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 juga ditutup menguat 1,48 persen atau 7,75 poin ke level 532,62, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,77 persen atau 4,04 poin ke level 528,92.

IHSG menguat di saat bursa saham Asia ditutup melemah cukup dalam pada perdagangan hari ini. Di antaranya indeks Nikkei dan Topix yang melemah masing-masing 1.21% dan 0.94%, indeks Hang Seng turun 0,57 persen, dan Shanghai COmposite melemah 0,23 persen.

Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Indoensia, Lanjar Nafi mengungkapkan pelemahan bursa Asia terjadi karena investor kehilangan kepercayaan investasi pada aset berisiko setelah imbal hasil obligasi bergerak inverted seiring naiknya harga-harga obligasi 10 tahunan.

Mengenai gerak IHSG, dia mengungkapkan, indeks memang seakan tidak memiliki volume menjelang akhir perdagangan di bulan Ramadan serta menyambut libur panjang, namun pergerakannya masih terlihat optimis.

“[Ini terlihat dari] lanjutan penguatan saham-saham yang telah menguat lebih dulu akibat sentimen dividen pay-out yang mulai terlihat dari beberapa emiten,” ungkapnya dalam riset yang diterima Bisnis.com, Rabu (29/5/2019).

 

Saham-saham pendorong IHSG:
KodeKenaikan (persen)

BBRI

+3,41

TLKM

+2,44

HMSP

+2,17

BMRI

+2,37

 

Saham-saham penekan IHSG:
KodePenurunan (persen)

BRPT

-7,07

RMBA

-9,80

FIRE

-10,06

CASA

-4,37

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup