IHSG Akhiri Reli Tiga Hari, Ini Faktor Penekannya

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,08 persen atau 65,83 poin di level 6.033,14 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (27/5), IHSG ditutup menguat 0,69 persen atau 41,62 poin di level 6.098,97.
IHSG Akhiri Reli Tiga Hari, Ini Faktor Penekannya Aprianto Cahyo Nugroho | 28 Mei 2019 17:34 WIB
IHSG Akhiri Reli Tiga Hari, Ini Faktor Penekannya
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri reli penguatan tiga hari berturut-turut, bahkan melemah lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (28/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,08 persen atau 65,83 poin di level 6.033,14 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (27/5), IHSG ditutup menguat 0,69 persen atau 41,62 poin di level 6.098,97.

Indeks sebelumnya dibuka di zona hijau dengan penguatan tipis 0,05 persen atau 2,87 poin di level 6.101,84, namun berbalik melemah tak lama setelahnya hingga berakhir melemah sore ini.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.033,14 – 6.118,91.

Sebanyak tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, didorong oleh sektor infrastruktur yang melemah 2,38 persen dan sektor finansial yang turun 1,72 persen.

Di sisi lain, sektor industri dasar dan pertanian yang masing-masing menguat 0,88 persen dan 0,35 persen menahan pelemahan IHSG lebih lanjut.

Dari 633 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 151 saham menguat, 264 saham melemah, dan 218 saham stagnan.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing melemah 4,53 persen dan 2,81 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 juga ditutup melemah 1,48 persen atau 7,87 poin ke level 524,88.

Director Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan pelemahan IHSG hari ini terbilang wajar, mengingat IHSG telah menguat dalam tiga hari terakhir.

“IHSG mengalami konsolidasi wajar saja mengingat kenaikan beberapa hari belakangan,” ungkap William kepada Bisnis.com, Selasa (28/5/2019).

William juga mengatakan peluang koreksi ini dapat dimanfaatkan oleh investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi pembelian dengan harapan capital gain yang cukup besar.

IHSG melemah di saat indeks saham lainnya di Asia bergerak cenderung menguat, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup menguat masing-masing 0,26 persen dan 0,19 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat 0,61 persen dan 0,96 persen.

Terlepas dari kenaikan hari ini, Joanne Goh, analis ekuitas Asia di DBS di Singapura, mengatakan sentimen pasar yang luas tetap tidak pasti menjelang kemungkinan pertemuan antara presiden China dan AS di KTT G20 bulan depan.

"Masih ada kurangnya arahan di pasar dalam hal semua kelas aset yang berbeda," katanya, seperti dikutip Bloomberg.

"Investor benar-benar melihat imbal hasil obligasi China sedang naik, tetapi itu seharusnya tidak menjadi masalah karena kami mengharapkan stimulus dan imbal hasil obligasi akan mulai turun ... ada banyak ketidakpastian di pasar saat ini," lanjutnya.

 

Saham-saham penekan IHSG:
KodePenurunan (persen)

BMRI

-4,53

BBRI

-2,81

TLKM

-3,40

BBNI

-6,32

Saham-saham pendorong IHSG:
KodeKenaikan (persen)

BBCA

+0,88

BRPT

+4,95

TKIM

+8,25

PTBA

+4,17

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI, IHSG

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top