Prospek Perang Dagang Terus Tekan Sentimen, Wall Street Melemah

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 237,32 poin atau 0,93 persen ke 25.348,37, sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 23,91 poin atau 0,85 persen ke 2.802,15 dan Nasdaq Composite turun 29,66 poin atau 0,39 persen ke 7.607,35.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  08:03 WIB
Prospek Perang Dagang Terus Tekan Sentimen, Wall Street Melemah
Bursa saham AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa (28/5/2019), di tengah kemungkinan perang perdagangan berkepanjangan dengan China yang terus menekan selera risiko investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 237,32 poin atau 0,93 persen ke 25.348,37, sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 23,91 poin atau 0,85 persen ke 2.802,15 dan Nasdaq Composite turun 29,66 poin atau 0,39 persen ke 7.607,35.

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin (27/5) mengatakan dia "belum siap" untuk membuat perjanjian dengan China, meskipun dia berharap hal tersebut akan dapat dicapai di masa depan.

Meningkatnya pertempuran tarif antara kedua belah pihak telah menimbulkan kekhawatiran bahwa perang perdagangan akan menyebabkan perlambatan ekonomi global.

"Pasar bertahan dengan baik, tetapi kemudian melemah di sesi sore menjelang akhir perdagangan," kata Ryan Detrick, analis pasar senior LPL Financial, seperti dikutip Reuters.

Di sisi lain, kepercayaan konsumen melonjak pada bulan Mei karena rumah tangga tumbuh lebih optimis tentang pasar tenaga kerja, meskipun ekonom mengatakan data yang kuat kemungkinan tidak sepenuhnya menangkap dampak dari kebuntuan perdagangan antara Washington dan Beijing.

Ketidakpastian telah mendorong investor ke arah aset safe-haven, dengan imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun ke level terendah sejak Oktober 2017, sementara spread antara imbal hasil tenor 10 tahun dan 3 bulan menyempit mendekati level terendah dalam 12 tahun.

Mayoritas dari 11 sektor indeks S&P berada di zona merah, dengan hanya sektor layanan komunikasi yang berada di sisi positifnya.

Indeks acuan S&P 500 saat ini turun hampir 5 persen dari penutupan tertinggi yang dicapai pada 30 April, sementara indeks Dow Jones Industrial turun untuk minggu kelima berturut-turut pada hari Jumat, penurunan beruntun mingguan terpanjang dalam delapan tahun.

Sektor teknologi, yang turun 7,3 persen bulan ini, juga berbalik melemah pada Selasa meskipun ada dorongan dari kenaikan 4,72 persen saham Total System Services Inc.

Global Payments Inc mengatakan akan membeli perusahaan teknologi pembayaran tersebut senilai sekitar US$21,5 miliar dalam bentuk saham. Saham Global Payments turun 3,04 persen.

Di sisi lain, saham Advanced Micro Devices melonjak 9,80% setelah perusahaan meluncurkan chip baru untuk mempertahankan pangsa pasar dari Intel, yang turun 2,24 persen pada Selasa.

Di antara saham lainnya, Activision Blizzard Inc naik 2,86 persen setelah Goldman Sachs meningkatkan rating sahamnya menjadi "beli" dan mengatakan penerbit video game tersebut akan mendapat manfaat dari rilis game baru-baru ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top