Harga Global Memanas, Saham Berbasis Minyak Jadi Pilihan

Harga minyak global berpotensi memanas pada pekan ini seiring dengan membaiknya faktor fundamental. Oleh karena itu, saham berbasis minyak dinilai prospektif dibandingkan saham berbasis komoditas lainnya.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 Mei 2019  |  17:59 WIB
Harga Global Memanas, Saham Berbasis Minyak Jadi Pilihan
Ilustrasi - Kilang Minyak - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak global berpotensi memanas pada pekan ini seiring dengan membaiknya faktor fundamental. Oleh karena itu, saham berbasis minyak dinilai prospektif dibandingkan dengan saham berbasis komoditas lainnya.

Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan menyampaikan, harga minyak diperkirakan akan pulih minggu ini. Harga minyak WTI akan meningkat akibat pertumbuhan permintaan AS dan jumlah jumlah rig AS yang menurun 3 pekan beruntun.

“Sementara itu, kami kurang optimis bahwa sisa komoditas kami di bawah cakupan kami bisa lebih baik minggu. Oleh karena itu, kami merekomendasikan investor untuk bermain di saham terkait minyak,” paparnya dalam laporan, Selasa (28/5/2019).

Adapun, untuk komoditas energi lainnya seperti batu bara, harga diperkirakan bergerak cenderung mixed karena katalis dua sisi, yakni suplai dan permintaan.

Untuk logam dasar, Andy melihat stok nikel di London Metal Exchange (LME) akan terus memburuk minggu ini. Kendati suplai berkurang, ada risiko penurunan harga nikel global masih berasal dari sisi permintaan.

“Kami menduga bahwa inventaris timah yang lebih tinggi dari LME disebabkan oleh tenggat waktu yang diperpanjang oleh LME untuk tinjauan sumber timah dari 2020 hingga 2022,” tuturnya.

Sementara itu, komoditas CPO masih dibayangi sejumlah sentimen negatif. Menurut perkiraan konsensus, inventori CPO Indonesia April 2019 meningkat, mengingat peningkatan produksi oleh Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia. Produksi diperkirakan mencapai 2,49 juta ton, naik 2,4% MoM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, rekomendasi saham

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top