Saham Teknologi Pulih, Bursa Eropa Rebound

Bursa Eropa berhasil mencetak rebound dan ditutup menguat pada perdagangan Selasa (21/5/2019), didorong penguatan saham teknologi setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan kelonggaran batasan pada Huawei Technologies.
Renat Sofie Andriani | 22 Mei 2019 05:45 WIB
Indeks Stoxx 600 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa berhasil mencetak rebound dan ditutup menguat pada perdagangan Selasa (21/5/2019), didorong penguatan saham teknologi setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan kelonggaran batasan pada Huawei Technologies.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 menguat 0,5 persen, sedangkan indeks DAX Jerman yang sensitif terhadap isu-isu perdagangan menanjak 0,9 persen.

Pada Senin (20/5), pemerintah AS mengumumkan memperbolehkan Huawei untuk membeli barang-barang buatan Amerika guna memelihara jaringan serta menyediakan update perangkat lunak untuk ponsel Huawei yang telah ada hingga 19 Agustus.

Padahal, pekan lalu, AS memasukkan Huawei dan 68 entitas ke dalam daftar hitam ekspor. Tindakan ini membuat Huawei hampir mustahil untuk membeli barang-barang buatan Amerika Serikat.

“Saya pikir kelonggaran untuk Huawei dipandang sebagai tanda bahwa meskipun Amerika Serikat dan China berseteru satu sama lain, kedua pihak tidak ingin menghanguskan jembatan negosiasi saat ini,” ujar Connor Campbell, seorang analis di Spreadex, London.

Sektor teknologi naik 1,6 persen sekaligus memulihkan sebagian besar penurunan pada sesi perdagangan Senin (20/%). Saham pembuat chip Infineon Technologies, AMS, dan STMicroelectronics masing-masing naik antara 1 persen dan 4,2 persen.

Saham Telecom Italia pun naik 2,3 persen karena membukukan hasil kuartal pertama dan mengkonfirmasikan arahannya untuk tiga tahun ke depan. CEO perusahaan mengatakan tengah menjalin komunikasi dengan lima bank atas rencana membuat usaha patungan (joint venture) untuk menawarkan layanan kredit konsumen.

“Kelompok perusahaan telepon terbesar Italia itu melaporkan serangkaian hasil yang solid, dengan laba inti melampaui ekspektasi para analis,” tulis Deutsche Bank dalam sebuah riset.

Selain saham-saham teknologi, sektor perbankan ikut bangkit dari pelemahannya dengan kenaikan 0,7 persen.

Kendati demikian, prospek saham pada umumnya masih dibayangi ketidakpastian investor mengenai perang perdagangan AS-China.

“Kita telah mengalami reli yang sangat kuat (year-to-date) dan jika ada peningkatan yang berkelanjutan atau kegagalan penyelesaiannya ke depannya, tentu saja akan ada penurunan di pasar modal,” terang Simon Webber, manajer portofolio utama di Schroders.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top