Siap IPO, Bima Sakti Pertiwi Bakal Lepas 20 Persen

Calon emiten yang bergerak di bidang real estat, PT Bima Sakti Pertiwi bakal melepas sebanyak-banyak 625 juta saham atau setar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetorkan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  15:50 WIB
Siap IPO, Bima Sakti Pertiwi Bakal Lepas 20 Persen
Karyawan beraktivvitas di dekat papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Calon emiten yang bergerak di bidang real estat, PT Bima Sakti Pertiwi bakal melepas sebanyak-banyak 625 juta saham atau setar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetorkan.

Dalam prospektus yang dirilis, Bima Sakti Pertiwi menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi efek. 

Dana yang diperoleh calon emiten ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek akan digunakan sebesar 88% untuk belanja modal, di mana 66% untuk penambahan serta perbaikan fasilitas gedung karena usia gedung perseroan telah lebih dari 15 tahun. 

Sisa dana initial public offering (IPO) tersebut akan digunakan untuk pembelian tanah yang berlokasi di belakang area mal Pekanbaru seluas 1.200 m2 dengan tujuan pengembangan usaha di masa yang akan datang.

Hingga Desember 2018, total liabilitas yang dimiliki calon emiten ini mencapai Rp148,82 miliar. Ekuitas yang dibukukan pada akhir tahun lalu senilai Rp376,94 miliar.

Sementara itu, pendapatan usaha yang dikantongi pada 2016, 2017 dan 2018 masing-masing senilai Rp86,63 miliar, Rp82,11 miliar dan Rp75,25 miliar. Pada 2018, pendapatan usaha perseroan berasal dari penyewaan ruang usaha dan pengelolaan gedung masing-masing senilai Rp34,61 miliar dan Rp40,63 miliar.

Segmen penyewaan ruang usaha perseroan berasal dari Mal Pekanbaru yang telah beroperasi sejal 2003, dengan luas bangunan 55.244 m2. Mal ini memiliki 500 kios. Mal ini menjadi pendapatan berulang perseroan.

Selain mal Pekanbaru, perseroan juga memiliki gedung bertingkat 8, yang berada di sebelah mal tersebut, dengan luas 17.407 m2. Gedung ini disewakan kepada PT Jatra Mandiri Indonesia sampai 2029.

Laba bersih tahun berjalan yang dikantongi pada 2016, 2017 dan 2018 masing-masing senilai Rp15,53 miliar, Rp2,34 miliar dan 318,58 miliar. Dari sisi rasio profitabilitas perseroan, margin laba bersih perseroan pada 2016, 2017 dan 2018 masing-masing 33,43%, 32,48% dan 454,28%.

Masa Penawaran Awal pada 21 Mei 2019, perkiraan masa penawaran umum saham perdana pada 25-26 Juni 2019. Rencana tanggal pencatatan pada 2 Juli 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bei, pasar modal, ipo

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup