Ekspor Minyak Iran Tercekik Sanksi AS

Ekspor minyak mentah Iran jatuh usai AS memperketat sanksi atas negara Timur Tengah itu.
Dika Irawan | 18 Mei 2019 16:54 WIB
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi

Bisnis.com, JAKARTA – Ekspor minyak mentah Iran dilaporkan jatuh menjadi 500.000 barel per hari (bph) atau lebih rendah, pada Mei 2019. 

Dilansir dari Reuters, Sabtu (18/5/2019), sumber di industri mengatakan kondisi ini terjadi setelah AS memperketat ekspor minyak Iran. Sanksi tersebut juga makin memperdalam gangguan pasokan minyak global.

AS menerapkan kembali sanksi kepada Iran pada November tahun lalu, setelah menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 antara Teheran dan enam kekuatan dunia. Sanksi itu bertujuan untuk mengurangi penjualan Iran menjadi nol. Bulan ini, Washington pun mengakhiri sanksi keringanan bagi importir minyak Iran.

Meskipun demikian, Iran telah mengirim minyak ke luar negeri antara 250.000 bph dan 500.000 bph pada Mei 2019.

Data Refinitif Eikon menempatkan pengiriman minyak Iran sekitar 250.000 bph dan ekspor minyak mentah, kondensat, minyak ringan sekitar 400.000 bph. Sebagian besar minyak tersebut menuju Asia.

Namun, tidak jelas siapa pembelinya dan ke mana minyak tersebut berlabuh, apakah di pengguna akhir atau penyimpanan.

“Pada dasarnya, tujuannya adalah India dan China. Tidak ada lagi ke Eropa atau Turki,” kata sumber tersebut.

Seorang pejabat Iran menolak mengomentari tingkat ekspor tersebut.

Sejauh ini, ekspor minyak Iran telah berkurang lebih dari setengahnya sejak April 2019, ketika Iran mengirim kurang dari 1 juta barel per hari.

Ekspor minyak Iran menjadi lebih suram sejak sanksi AS diberlakukan pada November 2019. Teheran tidak lagi melaporkan angka produksinya ke OPEC dan tidak ada informasi pasti tentang ekspor mereka.

Beberapa ekspor minyak Iran sudah di bawah radar, membuat volumenya lebih sulit untuk dinilai. Berdasarkan komentar dari seorang pejabat Iran dan delegasi OPEC, ekspor minyak mentah 500.000 bph akan menuju angka yang lebih rendah.

Pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya memperkirakan ekspor bisa turun menjadi 700.000 bph, tetapi mungkin bisa menyentuh 500.000 bph. Sumber OPEC menuturkan mereka kemungkinan akan melanjutkan ekspor sekitar 400.000-600.000 bph.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak, iran

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top