Ini Strategi HM Sampoerna (HMSP) Jaga Volume Penjualan 

Emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., (HMSP) menyiapkan strategi untuk meningkatkan volume penjualan setelah tertekan pada kuartal I/2019. 
Azizah Nur Alfi | 09 Mei 2019 15:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., (HMSP) menyiapkan strategi untuk meningkatkan volume penjualan setelah tertekan pada kuartal I/2019. 

Pada kuartal I/2019 pangsa pasar perusahaan turun menjadi 32,2% dari kuartal I/2018 sebesar 33,2%. Volume penjualan pada Januari-Maret 2019 mencapai 22,1 miliar batang rokok, turun 3,7% dibandingkan dengan volume penjualan pada kuartal I/2018 sebanyak 23 miliar batang. 

Presiden Direktur Hanjaya Mandala Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengatakan, pangsa pasar perseroan yang turun pada kuartal I/2019 karena persaingan harga untuk produk yang lebih premium dan pertumbuhan di segmen SKM dengan kadar tar tinggi. 

Di industri tembakau, kata dia, ada pergeseran tren konsumen ke harga yang lebih terjangkau. Di segmen SKM dengan kadar tinggi mulai tumbuh dan mengambil alih segmen SKM kadar tar rendah, sehingga pada tahun ini segmen SKM kadar tar tinggu tumbuh lebih pesat dari SKM kadar tar rendah. 

Di HM Sampoerna, pangsa pasar di segmen SKM kadar tinggi meningkat dari semula 6,9% menjadi 12,7% pada kuartal I/2019. Ini setelah perseroan meluncurkan produk di segmen SKM kadar tar tinggi Philip Morris Bold pada kuartal I/2019.  "Kami optimistis didukung dengan merek utama dan produk baru yang diluncurkan untuk membantu pangsa pasar kami," katanya. 

Di samping itu, perseroan mulai memperkenalkan Iqos di Jakarta pada Maret 2019 untuk mengetahui perilaku konsumen tentang produk ini. Selanjutnya perseroan akan memutuskan untuk melanjutkan secara komersil atau tidak. 

Di pasar ekspor, perseroan terus meningkatkan volume penjualan setelah tertekan pada akhir 2018. Hasilnya terlihat pada penjualan ekspor kuartal I/2019 yang bertumbuh 3,12% menjadi Rp95,84 miliar. Penjualan ekspor yang berkontribusi 0,40% terhadap penjualan bersih pada periode tersebut. 

"Tahun lalu kami baru saja meresmikan pabrik kami di Karawang dan ekspor ke Jepang. Kami berupaya meningkatkan volumenya," katanya. 

Lebih lanjut, perseroan memandang keputusan pemerintah tidak ada kenaikan cukai pada 2019 baik untuk industri.  "Kami mendukung keputusan ini karena ada peningkatan pesat untuk pajak [cukai] di tahun sebelumnya," katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hm sampoerna, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup