Kresna Sekuritas: Trading Buy INTP, BoW ADHI

Kresna Sekuritas merekomendasikan investor melakukan trading buy terhadap saham INTP dan Buy on Weakness saham ADHI pada perdagangan Rabu (8/5/2019).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  09:15 WIB
Kresna Sekuritas: Trading Buy INTP, BoW ADHI
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Kresna Sekuritas merekomendasikan investor melakukan trading buy terhadap saham INTP dan Buy on Weakness saham ADHI pada perdagangan Rabu (8/5/2019).

Dalam publikasi risetnya, tim analis Kresna Sekuritas menuliskan, indeks saham AS pada perdagangan kemarin ditutup melemah (DJIA -1,79%, S&P500 -1,65%) yang dipicu oleh kekecewaan pasar. Muncul isu bahwa tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang China akan mulai berlaku dalam beberapa minggu ke depan.

Indeks saham Eropa pada perdagangan kemarin ditutup merah, dengan indeks DAX yang turun 1.58 persen dan indeks FTSE100 turun 1,63 persen. Pasar Asia pagi ini dibuka lebih rendah, dengan indeks KOSPI yang turun 0,67 persen dan indeks NIKKEI turun 1.55 persen.

“Kami lihat sentimen regional secara keseluruhan adalah negatif untuk IHSG hari ini. Dari sisi teknikal, IHSG kami perkirakan bergerak melemah di rentang 6.200-6.250,” papar tim analis Kresna Sekuritas.

Dari dalam negeri, kemarin pemerintah menggelar lelang Surat Utang Negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp32,96 triliun dan total nominal yang dimenangkan Rp21,57 triliun.

Berikut rekomendasi saham yang dapat diperhatikan hari ini.

*INTP. Trading Buy. 20.000-21.500.* Throwback market menjadi ruang akumulasi dengan basis support di 20.000. Target resisten berada di 21.500-22.000. Stop loss di 19.500 karena breakdown support 20.000 berpotensi menuju level 18.000-18.250.

*ADHI. Buy on weakness. 1.500-1.700.* Area support 1.500-1.550 menjadi ruang untuk akumulasi posisi trading, dengan target resisten di 1.700. Stop loss di 1.450 karena breakdown support 1.500 berpotensi menjadi pola double top.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top