Samindo Resources (MYOH) Incar Pendapatan US$280 Juta di 2019

Emiten kontraktor jasa pertambangan batu bara, PT Samindo Resources Tbk. mengincar pendapatan sebesar US$280 juta pada 2019, naik 16,13% dari realisasi tahun sebelumnya sebesar US$241,11 juta. 
Samindo Resources (MYOH) Incar Pendapatan US$280 Juta di 2019 Azizah Nur Alfi | 25 April 2019 18:27 WIB
Samindo Resources (MYOH) Incar Pendapatan US$280 Juta di 2019
(Dari kiri ke kanan) Direktur Independen Samindo Resources Ahmad Saleh, Direktur Utama Kim Jung Gyun, Investor Relation Ahmad Zaki usai rapat pemegang umum saham tahunan di Jakarta, Kamis (25/4/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor jasa pertambangan batu bara, PT Samindo Resources Tbk. mengincar pendapatan sebesar US$280 juta pada 2019, naik 16,13% dari realisasi tahun sebelumnya sebesar US$241,11 juta. 

Investor Relations Manager Samindo Resources Ahmad Zaki berharap kenaikan pendapatan ini ditopang dari kegiatan organik atau volume produksi yang meningkat pada tahun ini. 

Pada 2019, emiten dengan kode saham MYOH ini mengincar volume pemindahan batuan penutup sebesar 58,1 juta bcm dan produksi batu bara sebesar 10,8 juta ton pada 2019. Hingga kuartal I/2019, volume pemindahan batuan penutup mencapai 12,8 juta bcm, sedangkan produksi batu bara sebesar 3,1 juta ton. 

Perseroan menargetkan volume overburden removal dan produksi batu bara dapat tercapai separuh dari target 2019. Optimisme ini seiring dengan curah hujan yang mulai berkurang pada kuartal II, dibandingkan dengan kuartal I. Zaki mengatakan, curah hujan pada Maret 2019 cukup tinggi sehingga menjadi kendala untuk melakukan penambangan. 

Dari target pendapatan itu, perseroan memproyeksi laba yang dapat dibukukan mencapai US$23 juta pada 2019. Proyeksi laba tahun ini lebih rendah dari realisasi tahun sebelumnya sebesar US$30,92 juta. 

"Kami harap kenaikan [pendapatan dan laba] dari organik, bukan tambahan pendapatan seperti di 2018. Kami memperoleh tambahan cukup besar karena kompensasi bahan bakar dan jarak. Rata-rata jarak pengangkutan untuk aktifitas overburden removal cukup meningkat dari rata-rata 4,5 km, pada beberapa bulan sempat menjadi 7,5 km dari lokasi tambang ke dump area," katanya dalam public expose pada Kamis (25/4/2019). 

Lebih lanjut, Direktur Independen Samindo Resources Ahmad Saleh mengatakan, perseroan tengah mengincar kontrak baru dari lokasi tambang di Jambi seiring dengan perseroan yang memperoleh izin usaha di luar Kalimantan Timur. Adapun, potensi volume produksi batu bara itu sebesar 1 juta ton - 2 juta ton per tahun. 

"Ada kesempatan di luar Kaltim yang akan menambah kontribusi pencapaian kinerja kami," imbuhnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, samindo resources

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top