Venezuela Jual Cadangan Emas Senilai US$400 Juta

Venezuela menjual sekitar US$400 juta emas di tengah sanksi internasional yang dihadapinya, yaitu pembekuan aset negara minyak tersebut.
Finna U. Ulfah | 17 April 2019 20:49 WIB
Emas batangan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Venezuela menjual sekitar US$400 juta emas di tengah sanksi internasional yang dihadapinya, yaitu pembekuan aset negara minyak tersebut.

Jumlah tersebut tercermin dari penurunan total cadangan devisa bank yang turun menjadi US$8,6 miliar pada 12 April, di mana sekitar US$5,1 miliar dari jumlah cadangan tersebut merupakan emas.

Mengutip Bloomberg, penjualan US$400 juta emas yang setara dengan sekitar 9 ton emas, dapat diartikan sebagai Presiden Nicolas Maduro telah menemukan cara untuk menutupi blokade ekonomi negaranya dari pihak internasional.

Adapun, sejak sanksi tersebut, Venezuela sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar, telah bertopang pada perdagangan emas.

Venezuela menjual emas ke perusahaan asal Uni Emirat Arab dan Turki, seiring dengan sanksi yang menghadang rezim otoriter Maduro dari sistem keuangan global. Akibat perdagangan emas tersebut, membuat sektor militer Venezuela setia kepada Maduro.

Namun, penurunan total cadangan tersebut juga bisa diartikan bahwa bank sentral telah menghapus emas dari cadangan devisanya karena tidak dapat mengakses aset negara tersebut lagi.

Pemblokiran aset emas Venezuela termasuk sejumlah US$1,2 miliar yang disimpan di Bank of England dan ditolak pencairannya oleh Inggris sebagai dukungan untuk menolak pemerintahan Maduro.

Amerika Serikat yang juga mengakui Juan Guaido sebagai pemimpin Venezuela telah memberikan sanksi terhadap produsen emas bagian Minerven pada bulan lalu.

"Sementara Maduro mempertahankan kekuasaannya di birokrasi militer, pemimpin oposisi Juan Guaido menggunakan dukungan dari puluhan negara untuk perlahan-lahan menyita aset keuangan Venezuela di luar negeri," seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (17/4/2019).

Bank sentral Venezuela, yang dipimpin oleh Calixto Ortega, saat ini beroperasi hanya dengan sekitar 100 pekerja dari total pekerja secara keselurhan sekitar 2.000 pekerja.

Hal tersebut terjadi sejak pemadaman listrik yang menimpa kantor pusat bank sentral sehingga saluran air pun tidak dapat bekerja.

Bank Sentral Venezuela kini bekerja di sebuah perpustakaan dengan bantuan tangki air dan fokus pada tugas-tugas penting seperti transaksi antara bank lokal dan cadangan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emas, venezuela

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup