Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Simak Panduan Cetak Cuan untuk Investor Pemula

Prediksi perusahaan yang akan top gainers pada Senin (8/4/2019) besok, berdasarkan analisis Indosurya Bersinar Sekuritas telah memilih 10 perusahaan (emiten).
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 07 April 2019  |  22:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Minimnya informasi memang menjadi kendala utama dalam melakukan investasi saham.

Selain itu, menjadi investor pemula memang tidak mudah, karena belum mengetahui caranya, juga ada kekhawatiran bakal merugi.

Namun, sebaiknya kamu jangan terlalu khawatir, bermain saham bisa jadi menguntungkan, kalau anda memiliki informasi dan panduan awal.

Berikut panduan dasarnya:

1. Investasi Saham Ketika Kondisi Ekonomi Stabil

Bila kondisi ekonomi negara membaik, bursa saham juga akan naik. Pada saat-saat kondisi ekonomi seperti ini juga baik memulai untuk membeli slot emiten (perusahaan yang bermain di pasar bursa) yang dipilih.

Alasannya, gejolak perekonomian global tidak seaktif pada tahun lalu, karena adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina yang bersitegang. Jika investor mengambil keputusan sekarang ini akan meningkatkan potensi profit pada investasi saham. Maka jangan sampai wait and see terlalu lama ya.

2. Belilah Saham Perusahaan yang Fundamentalnya Baik

Analisa dulu perusahaan mana yang menurut para investor bakal menguntungkan. Dengan cara melihat profil perusahaan tersebut serta jejak rekamnya sepanjang berdagang di pasar bursa. Bila jejak rekamnya (track record) mumpuni alias fundamentalnya baik, maka jangan ragu untuk berinvestasi. Karena umumnya harga saham mengikuti kinerja perusahaannya.

3. Carilah Perusahaan dengan Potensi Pertumbuhan Tinggi

Perusahaan besar belum tentu juga memberikan keuntungan yang tinggi. Menurut juruscuan, saham dari perusahaan lapis kedua atau ketiga yang fundamentalnya oke biasanya memiliki potensi pertumbuhan yang lebih besar daripada perusahaan besar (blue chip). Tetapi harus diwaspadai, saham berlapis tersebut mengikuti fluktuasi harga yang lebih tinggi, sehingga risikonya lebih besar.

4. Beli Saham yang sedang Murah tapi Tidak Murahan

Terkadang ada perusahaan yang menawarkan potongan harga kepada calon investor. Namun, sebelum membelinya, sekali lagi jangan lupa lihat jejak rekam (track record) perusahaan tersebut. Sebab, banyak investor terjebak membeli saham karena tergiur harganya yang murah, tapi portofolio perusahaan tersebut bermasalah.

5. Carilah Perusahaan yang Rajin Tawarkan Dividen

Perusahaan dengan fundamental yang baik biasanya kerap memberikan dividen (keuntungan laba suatu perusahaan) kepada pemegang sahamnya. Dividen tersebut rupanya bisa diinvestasikan kembali.

Apabila terus-menerus dilakukan, keuntungannya juga lumayan. Strategi mencari perusahaan yang rajin membagi dividen dinamakan Income Investing.

6. Manfaatkan Fluktuasi Pasar Saham

Katanya sih dengan ada fluktuasi harga saham bakal memberi keuntungan bagi calon investor. Karena, perusahaan yang fundamentalnya baik mulai perang diskon saham. Dan ingat, membeli saham harus ketahui dulu kondisi ekonomi eksternal dan internalnya.

7. Review Portofolio Perusahaan yang Ingin Diinvestasikan Secara Berkala

Memang, bermain saham di pasar bursa dibutuhkan ketelitian dan kesabaran serta disiplin. Sebab, jika tidak dicek secara kontinu maka akan melewatkan saham perusahaan yang dipilih harganya melejit. Namun, bermain saham ini juga tidak boleh terburu-buru untuk menjualnya.

Prediksi perusahaan yang akan top gainers pada Senin (8/4/2019) besok, berdasarkan analisis Indosurya Bersinar Sekuritas telah memilih 10 perusahaan (emiten) yang bakal memberikan keuntungan. Perusahaan yang masuk saham top gainers antara lain:

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Astra International Tbk (ASII), PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham investor saham
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top