IHSG Berpotensi Ciptakan Rekor Tertinggi Baru Pada Kuartal II/2019

IHSG akan lebih baik pada kuartal II/2019 mendatang, setelah pada kuartal pertama tahun ini hanya tumbuh 4,43 persen.
Emanuel B. Caesario | 31 Maret 2019 17:41 WIB
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA—Analis menilai kinerja IHSG akan lebih baik pada kuartal II/2019 mendatang, setelah pada kuartal pertama tahun ini hanya tumbuh 4,43 persen atau nomor 2 terendah di Asia Pasifik.

Frederik Rasali, Vice President Research Artha Sekuritas, mengatakan berdasarkan data tiga periode pemilu presiden sebelumnya, IHSG cenderung bergerak dengan volatilitas tinggi pada 3 bulan menjelang pemilu.

Itu artinya, volatilitas pasar terlihat pada periode Januari-Maret 2019 menjelang pemilu yang digelar pada April 2019. Dalam satu hari, IHSG bisa naik atau turun antara 1% - 2%. Namun, trennya setelah pemilu akan cenderung lebih stabil.

Frederik menilai tren yang sama akan kembali terulang tahun ini. Setelah melewati periode volatilitas sepanjang kuartal pertama, IHSG akan cenderung menguat setelah pemilu, sebab sudah ada kepastian tentang pemimpin terpilih yang baru.

“Biasanya setelah pemilu akan jauh lebih stabil. Biasanya either dia akan drop dulu atau langsung naik tinggi. Setelah itu pelan-pelan dia akan stabil dan biasanya selalu pick up naik karena selama ekonomi diyakini tetap tumbuh, indeks akan mengikutinya,” kata Frederik, Minggu (31/3/2019).

Frederik mengatakan, ceritanya mungkin akan berbeda bila tiba-tiba ada faktor yang sangat negatif, misalnya penurunan peringkat pemerintah selaku penerbit surat utang oleh lembaga pemeringkat global. Namun, kemungkinan tersebut sangat rendah.

Janson Nasrial, Senior Vice President Royal Investium Sekuritas, mengatakan bahwa kinerja IHSG pada kuartal II/2019 berpotensi jauh lebih baik dibandingkan kuartal I/2019, sebab sentimen pemilu mereda.

Selain itu, ajang pemilu presiden dan legislatif juga turut berdampak pada kinerja ekonomi yang lebih baik, sehingga mendukung kinerja keuangan emiten.

“Ada potensi IHSG bisa membentuk new high apabila menembus resistant 6.550,” kata Janson.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup