Kurs Tengah Menguat 11 Poin, Mayoritas Mata Uang di Asia Terapresiasi

Kurs jual ditetapkan di Rp14.315 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.173 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Maret 2019  |  11:28 WIB
Kurs Tengah Menguat 11 Poin, Mayoritas Mata Uang di Asia Terapresiasi
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (29/3/2019) di level Rp14.255 per dolar AS, menguat 11 poin atau 0,08% dari posisi Rp14.255 pada Kamis (28/3).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.315 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.173 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp14.235 per dolar AS pada pukul 10.22 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, rupiah dibuka dengan penguatan 1 poin atau 0,01% di level Rp14.242 per dolar AS, setelah pada perdagangan Kamis (28/3/2019) ditutup melemah 35 poin atau 0,25% di posisi Rp14.243 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.230-Rp14.246 per dolar AS.

Rupiah menguat di saat mayoritas mata uang lainnya di Asia juga bergerak di zona hijau, dipimpin rupee India yang terapresiasi 0,27% dan disusul yuan China dengan penguatan 0,23%.

Sementara itu, indeks dolar AS yang merupakan ukuran kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, bergerak melemah 0,004 poin ke level 97,198, setelah sempat menguat hingga level 97,237.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka stagnan, setelah pada akhir perdagangan Kamis (28/3) ditutup menguat 0,44% atau 0,428 poin ke level 97,202.

Dilansir Reuters, dolar AS menguat karena investor merespons positif kenaikan pada imbal hasil obligasi Treasury AS dan karena mata uang lain saingannya terpukul oleh sinyal dovish dari bank sentral.

Dolar menguat meskipun data menunjukkan ekonomi AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada kuartal keempat tahun lalu.

Departemen Perdagangan AS menyatakan produk domestik bruto AS meningkat 2,2% pada kuartal IV/2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, turun dari perkiraan awal 2,6%.

Analis valas senior Daiwa Securities Yukio Ishizuki mengatakan euro dan pound sterling telah jatuh minggu ini karena imbal hasil yang mempengaruhi mata uang telah jatuh,

"Rasanya seperti dampak penurunan imbal hasil di pasar-pasar tersebut lebih besar," kata Ishizuki, seperti dikutip Reuters.

"Meskipun imbal hasil AS turun, investor tampaknya telah menjual mata uang dari pasar lain dengan kekhawatiran terbesar tentang keadaan ekonomi. Hal tersebut tampaknya telah mengerek dolar," tambahnya.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)               

29 Maret

14.244

28 Maret

14.255

27 Maret

14.202

26 Maret

14.171

25 Maret

14.223

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bank indonesia

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top