Garuda Indonesia Buka Peluang KSO dengan Air Asia

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tidak menutup peluang kepada maskapai penerbangan Air Asia untuk melakukan kerja sama operasi.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  21:04 WIB
Garuda Indonesia Buka Peluang KSO dengan Air Asia
Sebuah pesawat udara terbang melintas di atas jalan raya saat bersiap mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tidak menutup peluang kepada maskapai penerbangan Air Asia untuk melakukan kerja sama operasi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan bahwa pihaknya selalu membuka peluang untuk melakukan kerja sama operasi (KSO) dengan pihak Air Asia, namun hingga saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut tentang rencana tersebut.

“Kalau kami sebenarnya terbuka untuk kerjasama dengan Air Asia. Cuma hingga saat ini Air Asia mungkin punya pertimbangan lain, dan mereka fokus untuk negara lain, jadi sampai saat ini mereka blm menghubungi saya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Meskipun rute penerbangan yang dimiliki oleh Air Asia juga dimiliki oleh Garuda Indonesia Group, hal tersebut tidak menutup kemungkinan KSO untuk terjalin ke depannya.

Sekadar informasi, Air Asia melayani rute penerbangan Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Bandung. Ari menjelaskan untuk rute tersebut sudah dimiliki perusahaan penerbangan pelat merah tersebut.

“Rute-rute tersebut kami juga sudah cukup banyak, Garuda, Citilink, Sriwijaya, Nam Air, kita belum tau [rute KSO dengan Air Asia], kalau mereka mau pun kita tunggu proposal dulu,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Niaga Garuda Indonesia Fikri Ilham Kurniansyah mengatakan bahwa hingga saat ini pihak Garuda Indonesia dan Air Asia masih dalam tahap pembahasan KSO tersebut.

Dia mengatakan bahwa untuk KSO dalam dunia penerbangan sangat dibutuhkan, pasalnya, biaya operasi dalam bisnis penerbangan sangat besar sehingga dengan adanya KSO dapat membuat kinerja lebih efisien.

“Lagi proses, di dalam ekosistem penerbangan tidak ada hitam putih, semua bisnis penerbangan tidak bisa berdiri sendiri, karena ongkos operasi mahal,” ujarnya di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Namun saat ditanya lebih lanjut tahap pembahasan yang dilakukan kedua belah pihak, Fikri masih enggan untuk buka-bukaan.

“Saya no comment dulu, jadi dalam tahap, ya masih dalam tahap itu, belum mengubah apa-apa,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengaku inisiatif KSO muncul dari pihak AirAsia. "Mereka minta KSO dengan kami. Namun, saya belum membicarakan detilnya dengan Pak Dendy [CEO AirAsia Indonesia]," kata Ari usai Public Expose Garuda Indonesia Group.

Dia menambahkan KSO tersebut masih akan dilihat peluang keuntungannya. Akan tetapi, AirAsia dinilai memiliki kekuatan dalam hal jaringan rute internasional.

Pihaknya berencana menerjunkan Citilink Indonesia dalam rencana KSO tersebut. Diharapkan anak usaha Garuda tersebut bisa mengukuhkan dominasi di kawasan regional bahkan ekspansi ke internasional.

Secara terpisah, Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan membenarkan adanya peluang kerja sama dengan Garuda Indonesia Group dengan mempertimbangkan keunggulan masing-masing maskapai.

Pihaknya yang merupakan bagian dari AirAsia Group, mengklaim sebagai grup maskapai penyumbang jumlah penumpang internasional terbesar di Indonesia, sementara Garuda Indonesia Group adalah salah satu yang terdepan untuk segmen pasar domestik.

"Pembicaraan yang berlangsung masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan yang diambil terkait dengan hal tersebut. Namun demikian, kami terbuka dengan berbagai bentuk kerja sama yang dapat mendukung perkembangan industri ini," kata Dendy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
air asia, garuda indonesia

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup