Mirae Asset Sekuritas : Katalis Positif Masih Mendominasi Pasar, Harga SUN Berpotensi Meningkat

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa setelah lelang surat utang negara atau SUN hari ini, Selasa (26/2/2019), harga SUN berpotensi meningkat.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  09:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa setelah lelang surat utang negara atau SUN hari ini, Selasa (26/2/2019), harga SUN berpotensi meningkat.

Dhian Karyantono, analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa katalis positif masih mendominasi bauran sentimen bagi pergerakan harga SUN hari ini pascaefek terlambat (lagging) pada pasar modal global merespons perkembangan negosiasi dagang antara AS dengan Tiongkok, utamanya yang berasal dari cuitan Twitter Trump (hari minggu)  yang mengindikasikan adanya perpanjangan deadline dan progress positif dari negosiasi kedua negara tersebut. 

Perkembangan positif negosiasi dagang pada akhirnya mendorong turunnya nilai aset safe haven di mana indeks dolar AS turun ke kisaran 96,41 poin dibandingkan dengan hari sebelumnya sebesar 96,51 poin. 

Selain itu, turunnya indeks dolar AS juga didorong oleh efek terlambat dari dari penundaan voting di Parlemen UK oleh Theresa May (hari minggu) terkait dengan Brexit yang pada akhirnya mendorong ekspektasi penundaan Brexit. 

Dengan demikian, turunnya indeks dolar AS berpotensi mendorong kenaikan harga SUN di pasar sekunder melalui transmisi apresiasi rupiah terhadap dolar AS.  "Meski begitu, pergerakan harga SUN di pasar sekunder nampaknya terbatas jelang lelang SUN hari ini seiring dengan demand investor yang diperkirakan akan dialihkan pada agenda lelang SUN hari ini," katanya dalam riset harian, Selasa (26/2/2019).

Oleh karena itu, lanjutnya, level incoming bids dalam lelang diproyeksi masih tergolong tinggi sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga SUN pasca lelang SUN hari ini. 

Untuk perdagangan jangka pendek, Dhian merekomendasikan investor untuk berpartisipasi dalam lelang SUN hari ini  dengan rekomendasi seri SUN benchmark FR0077 dan FR0078. 

"Hal tersebut, didasarkan pada proyeksi kenaikan harga SUN pascalelang namun ada kemungkinan downside risk bagi harga SUN di pasar sekunder yang berasal dari rentetan testimoni pidato Jerome Powell pada minggu ini (dimulai nanti malam) mengenai perkembangan dan outlook ekonomi AS serta adanya jadwal rilis beberapa data krusial ekonomi AS," katanya.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 93,40 (7,48%) - 93,75 (7,37%)
FR0077 (15 Mei 2024): 101,60 (7,74%) - 102,20 (7,60%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,50 (7,90%) - 89,10 (7,80%)
FR0078 (15 Mei 2029): 102,60 (7,87%) - 103,20 (7,79%)
FR0065 (15 Mei 2033): 86,80 (8,21%) - 87,25 (8,15%)
FR0068 (15 Maret 2034): 101,45 (8,20%) - 102.10 (8,13%)
FR0075 (15 Mei 2038): 92,50 (8,28%) - 93,00 (8,23%)
FR0079 (15 April 2039): 100,50 (8,32%) - 101,30 (8,24%)

-REVIEW (25 February 2019)-
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: +9,30        bps to 101,86 (7,68%)
FR0078: +30,70      bps to 102,58 (7,88%)
FR0068: +19,80      bps to 101,45 (8,20%)
FR0079: +24,20      bps to 100,91 (8,28%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr:   +0,002      point to 2,50%
UST 5yr:    -0,004     point to 2,47%
UST 10yr:  +0,008     point to 2,66%
UST 30yr:  +0,007     point to 3,02%
German Bund 10yr: +0,014 point to 0,11%
UK Gilt 10yr: +0,016 point to 1,17%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr:   -3,20%   to  41,99
CDS 5yr:   -2,60%   to 104,94
CDS10yr:  -2,57%   to 169,08
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, sun

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top