Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri Rini Minta BUMN Saling Bersinergi dan Tak Bertengkar

Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan pemegang saham BUMN adalah pemerintah pusat. Untuk itu, BUMN diharapkan dapat saling bersinergi memikirkan kepentingan bangsa.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 31 Desember 2018  |  14:53 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno di sela-sela kegiatan Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa, di gerbang jalan tol Warugunung, bagian dari ruas jalan tol Surabaya--Mojokerto, Jawa Timur, Senin (12/11/2018). - JIBI/Wahyu Darmawan
Menteri BUMN Rini Soemarno di sela-sela kegiatan Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa, di gerbang jalan tol Warugunung, bagian dari ruas jalan tol Surabaya--Mojokerto, Jawa Timur, Senin (12/11/2018). - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan pelat merah diminta untuk bisa saling bersinergi dan tidak saling bertengkar.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan pemegang saham BUMN adalah pemerintah pusat. Untuk itu, BUMN diharapkan dapat saling bersinergi memikirkan kepentingan bangsa.

"BUMN harus bersinergi, satu garis, tidak berantem. Pemegang saham kita mayoritas pemerintah pusat, maka seharusnya satu pemikiran dengan pemerintah pusat," ujarnya usai meresmikan pendirian Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri di Kantor Kementerian BUMN, seperti dilansir Tempo, Senin (31/12/2018).

BUMN, lanjut Rini, dapat menjadi ujung tombak meningkatkan kesejahteraan rakyat. Apalagi, BUMN hadir hingga di pelosok negeri. 

Dia menyebutkan Indonesia memiliki lebih dari 1.000 suku dan 700 bahasa, serta merangkul seluruh agama dan kepercayaan. Hal ini mestinya dapat menjadi kekuatan bangsa dan BUMN seharusnya bisa ikut menjaga kebersamaan.

Selain itu, BUMN berbeda dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kabupaten, hingga kecamatan yang belum tentu segaris.

"Apalagi, kalau sudah bicara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, di mana gubernurnya dipilih berbeda, kabupaten dan walikota berbeda, dan pemikirannya tidak sama," tutur Rini.

Dia menerangkan hal itu menjadi tugas pemerintah pusat, yakni bagaimana menjaga agar pemikirannya tetap satu. 

Adapun Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri dibentuk untuk menjadi wadah bagi perusahaan-perusahaan BUMN dan Kementerian BUMN untuk menjalankan fungsi sosial, salah satunya sebagai agen pembangunan. 

Pendiriannya diinisiasi oleh sinergi antara 18 BUMN dan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) di bawah koordinasi Kementerian BUMN, yang mana pada 2017 menjadi donatur pembangunan Pasar Mama Mama Papua. 

Ke-18 BUMN tersebut adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Selain itu ada PT Jasa Raharja (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT PLN (Persero), PT Pupuk Kaltim, PT PGN Tbk., Askrindo, Jasindo, Taspen Jiwasraya, ASABRI, dan HIMBARA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn Rini Soemarno

Sumber : Tempo

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top