TOP LOSERS : Saham NUSA Paling Anjlok Lagi

Harga saham PT Sinergi Megah Internusa Tbk. membukukan penurunan terdalam pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Jumat (7/12/2018).
Renat Sofie Andriani | 07 Desember 2018 20:40 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Harga saham PT Sinergi Megah Internusa Tbk. membukukan penurunan terdalam pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Jumat (7/12/2018).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham emiten bersandi NUSA tersebut memimpin pelemahan saham (top losers) setelah anjlok 25% dan ditutup di level Rp210 per lembar saham, sekaligus menyentuh batas penghentian perdagangan saham otomatis (auto rejection) bawah.

Berdasarkan aturan BEI Nomor Kep-00113/BEI/12-2016 perihal Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, untuk saham di kisaran harga Rp200-Rp5.000, akan dikenai auto rejection jika batasannya adalah turun atau naik sebesar 25% dan lebih.

Pada perdagangan Kamis (6/12), harga saham NUSA juga membukukan penurunan terdalam dengan anjlok 24,73% dan ditutup di level Rp280 per lembar saham. Dengan demikian, harga saham NUSA telah merosot sebesar 286 poin dalam tiga hari.

Menempati posisi terlemah selanjutnya hari ini adalah saham PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk. (YULE) yang melemah 19,91% dan ditutup di level Rp173 per lembar saham.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mematahkan rangkaian pelemahannya pada perdagangan hari ini.

IHSG rebound dan ditutup menguat 0,18% atau 10,86 poin di level 6.126,36, kenaikan pertama dalam tiga hari. Pada perdagangan Kamis (6/12), IHSG berakhir melemah 0,29% atau 17,63 poin di level 6.115,49.

Meski sempat melanjutkan pelemahannya setelah dibuka turun 0,11% atau 6,54 poin di posisi 6.108,95 pagi tadi, indeks mampu membalik pergerakannya ke zona hijau pada awal perdagangan hingga menyentuh level 6.141.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.103,18 – 6.141,47.

Enam dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di teritori positif, dipimpin sektor properti (+2,32%) dan aneka industri (+1,38%). Adapun tiga sektor lainnya berakhir di zona merah, dipimpin sektor finansial yang turun 0,58%.

Dari 618 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 222 saham menguat, 177 saham melemah, dan 219 saham stagnan.

Saham apa saja yang menjadi top losers dalam perdagangan Bursa Efek Indonesia hari ini? Berikut rinciannya:

Kode

Harga (Rp)

(%)

NUSA

210

-25,00

YULE

173

-19,91

BUVA

212

-11,67

UNIT

252

-10,00

AMRT

850

-9,09

Sumber: BEI

Tag : IHSG, top losers
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top