Kiwoom Sekuritas: Pasar Obligasi Akan Bergerak Bervariasi

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (27/11/2018), pasar obligasi akan bergerak bervariasi.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 27 November 2018  |  08:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (27/11/2018), pasar obligasi akan bergerak bervariasi.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa obligasi 5 tahun dan 20 tahun masih memiliki ruang untuk mengalami penguatan, tetapi 10 tahun dan 15 tahun sudah mentok.

Hal ini akan membuat obligasi 10 tahun dan 15 tahun kapanpun bisa mengalami penurunan dengan berbagai alasan.

"Sisi baiknya adalah pada akhirnya pasar obligasi mampu melebihi harga tertinggi yang telah terbentuk selama 1 bulan lalu, sehingga trend secara jangka pendek pasar obligasi akan mengalami kenaikkan," katanya dalam riset harian, Selasa (27/11/2018).

Nico mengatakan, ini akan menjadi modal yang bagus untuk menutup akhir bulan ini dengan imbal hasil yang rendah.

Ditiadakannya lelang pada bulan Desember juga memberikan indikasi positif, sehingga memaksa para pelaku pasar dan investor bermain di pasar sekunder yang akan mendorong total transaksi dan frekuensi bertambah, sehingga pasar obligasi akan lebih hidup.

Namun, akhir bulan ini pula akan menjadi titik balik bagi pergerakan pasar obligasi apalagi setelah pertemuan Presiden Trump dan Xi Jinping usai.

"Cermati setiap sentiment yang masuk khususnya dari global, karena akan memberikan arah pergerakan obligasi. Kami merekomendasikan hold hari ini untuk obligasi berdurasi 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun, tetapi beli bagi obligasi 5 tahun. Pergerakan > 55 bps akan menjadi arah selanjutnya," katanya.

Pasar obligasi kemarin masih mencatatkan kenaikkan didorong oleh obligasi berdurasi 5 tahun dan diikuti dengan 20 tahun.

Namun demikian, obligasi berdurasi 10 tahun dan 15 tahun sudah mencapai puncaknya. Pasar obligasi masih terus terdorong oleh sentiment positif penguatan rupiah yang terus mencoba uji support di Rp14.395.

Selain itu, dukungan capital inflow di pasar obligasi juga terus membuat pasar obligasi mengalami kenaikkan meskipun sudah “saatnya” pasar obligasi mengalami penurunan.

Dalam rentang 1 minggu, pasar obligasi kedatangan capital inflow yang menyebabkan kepemilikkan asing bertambah dari 37,4% menjadi 37,6%, dan dalam waktu 2 minggu, kepemilikkan asing naik 0,4%.

Tentu hal ini juga didorong oleh meredanya sentiment global sehingga mendorong para pelaku pasar dan investor memegang aset yang lebih berisiko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup