JP Morgan : Permintaan China Melambat, Saham Batu Bara Masih Prospektif

Kendati harga saham batu bara tengah menurun akibat melesunya permintaan batu hitam di China, JP Morgan masih menganggap sejumlah saham emiten terkait tetap positif ke depannya.
Hafiyyan | 23 November 2018 20:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kendati harga saham batu bara tengah menurun akibat melesunya permintaan batu hitam di China, JP Morgan masih menganggap sejumlah saham emiten terkait tetap positif ke depannya.

Dalam laporannya, analis JP Morgan Sumedh Samant dan Ajay Mirchandi menuliskan, harga batu bara kalori rendah—menengah di Indonesia, cenderung menurun dalam beberapa pekan terakhir dan mencapai level terendah sejak Agustus—September 2016.

Penurunan harga disebabkan meningkatnya pasokan batu bara kelas tersebut di dalam negeri. Di sisi lain, pada September—Oktober 2018 permintaan China cenderung mengalami perlambatan.

“Peningkatan produksi batu bara di Indonesia terjadi karena biasanya untuk memenuhi tingginya permintaan musiman musim dingin di belahan bumi utara pada Desember—Februari,” paparnya, dikutip Jumat (23/11/2018).

Oleh karena itu, ada peluang harga batu bara domestik kembali meningkat, walaupun tidak terlampau tinggi. Pasalnya, diperkirakan musim dingin kali ini berlangsung lebih hangat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan masih banyaknya persediaan batu bara di China.

Samant dan Mirchandi menuturkan, prospek emiten batu bara masih menarik dalam jangka panjang seiring dengan potensi naiknya kembali permintaan, terutama dari China. Selain itu, perusahaan diuntungkan dengan pelemahan harga minyak mentah, karena mengurangi beban produksi.

Saham batu bara pilihan JP Morgan ialah ADRO dengan target harga Rp2.650 dan ITMG Rp30.000 dengan rekomendasi beli.

Tag : rekomendasi saham, jp morgan
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top