Reliance Sekuritas: IHSG Masih Dalam Tekanan, Perhatikan Saham Pilihan Ini

Reliance Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan mengalami tekanan kembali dan bertahan pada level 5900-6000.
Fajar Sidik | 22 November 2018 06:07 WIB
Pengunjung berbincang di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/9/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -  Reliance Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan mengalami tekanan kembali dan bertahan pada level 5900-6000.

Lanjar Nafi,  Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas menjelaskan Bursa Asia ditutup bervariasi dengan pelemahan di hampir semua ekuitas Asia kecuali ekuitas di Daratan China menguat. Indeks HangSeng (+0.51%) dan Shanghai (+0.25%) ditutup pada zona positif sedangkan Nikkei (-0.35%) dan TOPIX (-0.60%) melemah.

IHSG (-0.95%) ditutu melemah cukup dalam 57.24 poin kelevel 5948.05 dengan saham-saham pertambangan (-5.03%) membebani IHSG hingga menekan kembali dibawah level psikologis 6000.

Trend dan sentimen negatif pada komoditas tambang energy dan logam menjadi dasar alasan investor melakukan aksi jual. Sektor keuangan (-1.50%) menjadi kontributor pelemahan dengan saham BBRI dan Mandiri yang turun lebih dari dua persen. Aksi jual sebelum data pertumbuhan pinjaman menjadi signal negatif pada data pertumbuhan pinjaman itu sendiri.

Investor berspekulasi dampak kenaikan BI 7days repo yang lebih agresif akan memberikan gejolak negatif pada pertumbuhan pinjaman. Terlebih pemerintah menahan beberapa proyek infrastruktur sehingga prospek adanya pinjaman dari perusahaan konstruksi negara guna membiayai proyek menurun. Investor asing tercatat net sell 587.04 Miliar rupiah. Disaat rupiah terpantau melemah 0.10% kelevel Rp14603 per USD.

Bursa saham Eropa dibuka optimis menghiraukan pelemahan mayoritas indeks saham AS dan Asia. Reboundnya indeks Futures di AS menjelang libur thanksgiving dilanjutkan Black friday menjadi sentimen positif untuk Investor.

Harga minyak WTI (+1.4%) kelevel $54.20 per Barrel setelah data persediaan minyak di AS diperkirakan menurun drastis dari 10 juta menjadi 2,9 juta barrel serta OPEC yang merencanakan kajian untuk pembatasan produksi lebih ketat.

Pergerakan IHSG secara teknikal terkonfirmasi menutup gap up yang terbentuk pada perdagangan sebelumnya dan menguji support level. Indikator Stochastic dead-cross pada area jenuh beli dengan momentum bearish reversal yang terbentuk pada indikator RSI.

Sehingga diperkirakan IHSG masih akan mengalami tekanan kembali bertahan pada level support dengan support resistance 5900-6000.

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya WTON, BNLI, ADRO, ITMG, INDY, ERAA, ESAA

Disclaimer on

Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top