PROYEKSI 2019: Perbankan Bakal Kuasai 80% Penerbitan Obligasi Korporasi

Sektor perbankan akan mendominasi penerbitan obligasi korporasi pada tahun depan. Kebutuhan untuk menyalurkan dana ke nasabah menjadi faktor utama perusahaan perbankan menerbitkan surat utang.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 21 November 2018  |  14:31 WIB
PROYEKSI 2019: Perbankan Bakal Kuasai 80% Penerbitan Obligasi Korporasi
Obligasi

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor perbankan akan mendominasi penerbitan obligasi korporasi pada tahun depan. Kebutuhan untuk menyalurkan dana ke nasabah menjadi faktor utama perusahaan perbankan menerbitkan surat utang.

Peneliti Senior Bidang Ekonomi Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero mengatakan, pada tahun depan nilai emisi obligasi korporasi berpeluang untuk melanjutkan tren positif yakni melampaui Rp100 triliun.

Dari jumlah tersebut, katanya, setidaknya 80% akan diterbitkan oleh perusahaan perbankan. Baik melalui penerbitan baru maupun penawaran umum berkelanjutan (PUB).

"Kami optimistis obligasi korporasi masih akan ramai tahun depan. Setidaknya bisa kembali mencapai lebih dari Rp100 triliun, dan 80% diantaranya perusahaan finansial spesifiknya perbankan," katanya, di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Poltak menambahkan, pada 2016pelaku pasar modal sempat pesimistis dan menganggap capaian kala itu hanya suatu kebetulan. Namun, anggapan itu perlahan terkikis setelah dua tahun berturut-turut kemudian nilai emisi masih cukup tinggi.

"Awalnya dikira hanya kebetulan. Tapi kenyataannya memang kebutuhannya besar untuk obligasi. Perbankan juga membutuhkan akses pendanaan yang jangka panjang sehingga nilai emisinya terus meningkat," jelasnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam tiga tahun terakhir nilai emisi obligasi memang mencapai Rp100 triliun lebih. Yakni Rp116,18 triliun pada 2016, kemudian 2017 naik menjadi Rp156,71 triliun, dan pada tahun ini per 2 November lalu lalu mencapai Rp105,71 triliun.

Tahun ini, keuangan menjadi sektor yang paling banyak menerbitkan obligasi baru yakni 4 penawaran. Adapun nilai penerbitan dari keempat penawaran umum itu mencapai Rp3,4 triliun.

Adapun untuk penawaran umum berkelanjutan, jumlah penawaran umum tahun ini mencapai 42 dan merupakan yang terbanyak dibandingkan sektor lain. Adapun nilai emisi tercatat mencapai Rp68,77 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, perbankan, obligasi korporasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup