Tokocrypto Dukung Bekraft Dorong Pemanfaatan Teknologi Blockchain

Tokocrypto,marketplace untuk melakukan transaksi jual beli aset digital terdepan di Indonesia mendukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk mendorong pemanfaatan teknologi blockchain demi membantu meningkatkan sektor ekonomi kreatif atau digital.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 03 November 2018  |  05:57 WIB
Tokocrypto Dukung Bekraft Dorong Pemanfaatan Teknologi Blockchain
blockchain - Coin Stocks

Bisnis.com, JAKARTA – Tokocrypto,marketplace untuk melakukan transaksi jual beli aset digital terdepan di Indonesia mendukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk mendorong pemanfaatan teknologi blockchain demi membantu meningkatkan sektor ekonomi kreatif atau digital.

Dalam Bekraf Blockchain Forum Jakarta, pada Jumat (2/11), Tokocrypto menjadi salah satu sponsor utama dalam ajang Bekraft Blockchain Forum yang diadakan oleh Bekraft melalui Deputi Infrastruktur bekerjasama dengan Indonesian Blockchain Network (IBN) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).

Acara yang diselenggarakan pada 30-31 Oktober 2018 di Balai Kartini Convention Center ini bertujuan memberikan pemahaman regulasi dan sosialisasi kepada masyarakat atau pelaku usaha terkait pemanfaatan teknologi blockchain untuk peningkatan sektor ekonomi kreatif atau digital.

Tokocrypto selaku startup yang memanfaatkan teknologi blockchain dalam melakukan kegiatan jual beli aset digital seperti bitcoin dan ethereum mendukung penuh kegiatan-kegiatan sejenis. Menurut Pang Xue Kain, CoFounder & CEO Tokocrypto, hal itu sejalan dengan inisiatif Tokocrypto untuk selalu memberikan pemahaman dan edukasi kepada publik tentang blockchain dan aset kripto.

“Tokocrypto memiliki komitmen kuat untuk terus mengedukasi publik tentang apa itu blockchain dan bagaimana penerapannya, termasuk di aset kripto. Edukasi dan sosialisasi ini merupakan salah satu inisiatif yang digagas oleh Tokocrypto dalam ekosistem kami, yaitu Tokocrypto Outreach,” ujarnya, dikutip dari laporan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (2/11).

Sebagai upaya edukasi, sejak berdiri hingga saat ini, Tokocrypto sering berpartisipasi dalam kegiatan komunitas blockchain di Indonesia, melakukan roadshow ke kampus-kampus, bahkan mengadakan salah satu konferensi blockchain terbesar di Indonesia pada September lalu melalui INBLOCKS 2018.

Belakangan ini teknologi blockchain mulai diaplikasikan di sektor publik. Bekraf pun mulai melirik potensi pemanfaatan teknologi blockchain sebagai salah satu solusi perlindungan hak cipta. Hak cipta atas hasil karya masyarakat di sektor ekonomi kreatif atau digital seperti musik, lagu, karya seni, indikasi geografis kopi dan sebagainya.

“Bekraf meyakini bahwa pemanfaatan teknologi blockchain yang berfokus pada keamanan data dan perubahan data berdasarkan konsensus bersama, akan sangat berperan penting dalam pengembangan ekonomi kreatif, karena proteksi hak cipta dari pelaku ekraf akan bisa lebih optimal,” ujar Hari Sungkari, Deputi Infrastruktur Bekraf.

Hari juga menyampaikan harapan bahwa teknologi blockchain ini bisa dimanfaatkan untuk mempertemukan para pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman. Interaksi tersebut, terutama mengenai penerapan teknologi blockchain untuk bisnis dagang elektronik (e-commerce) maupun pengembangan startup.

“Selain memberikan edukasi terkait Blockchain dan aset kripto, Tokocrypto juga siap membantu proyek-proyek blockchain Tanah Air untuk mengembangkan proyeknya melalui apa yang kami sebut Toko Launchpad,” tutur Teguh Kurniawan Harmanda, CCO Tokocrypto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
blockchain

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top