IHSG Kembali Lolos dari Tekanan Global

Kinerja keuangan sejumlah emiten berhasil mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperpanjang penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (26/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 26 Oktober 2018 17:45 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja keuangan sejumlah emiten berhasil mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperpanjang penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (26/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,52% atau 29,96 poin di level 5.784,92, setelah berhasil rebound dan berakhir dengan kenaikan 0,80% atau 45,55 poin di posisi 5.754,96 pada Kamis (25/10).

Padahal, indeks sempat tergelincir hingga ke level 5.748 setelah mampu melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,11% atau 6,49 poin di posisi 5.761,45 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 5.748,61 – 5.790,95.

Dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 185 saham menguat, 204 saham melemah, dan 221 saham stagnan.

Sebanyak enam dari sembilan sektor menetap di wilayah positif, dipimpin infrastruktur (+1,09%) dan perdagangan (+1,08%). Adapun sektor industri dasar yang melemah 0,89% berakhir di zona merah diikuti dua sektor lainnya.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang naik 3,06% menjadi pendorong terbesar terhadap penguatan IHSG hari ini bersama saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang naik 2,89%.

PT Bank Central Asia Tbk. mencatatkan perolehan laba bersih pada kuartal III/2018 senilai Rp18,5 triliun, tumbuh 9,9% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp16,8 triliun.

Pendapatan operasional BCA yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya pun meningkat 10,1% menjadi Rp45,9 triliun per kuartal III/2018, dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp41,7 triliun.

Sementara itu, emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) membukukan kenaikan volume penjualan rokok sebesar 1,2% year-on-year (yoy) dengan total penjualan sebanyak 26,5 miliar batang pada kuartal III/2018. Perusahaan kemudian membukukan laba bersih sebesar Rp3,57 triliun pada kuartal III/2018, meningkat 16,1% QoQ dan 8,8% YoY.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 berhasil melanjutkan penguatannya pada hari kedua dengan berakhir menanjak 0,95% atau 4,77 poin di level 508,14. Pada perdagangan Kamis (25/10), Bisnis 27 rebound dan ditutup naik 1,28% di posisi 503,37.

Sebaliknya, indeks saham lain di Asia mayoritas tertekan sore ini, di antaranya indeks FTSE Straits Time Singapura (-1,35%), FTSE Malay KLCI (-0,21%), dan indeks SE Thailand (-0,93%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing berakhir turun 0,31% dan 0,40%, indeks Hang Seng Hong Kong melorot 1,11%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menyentuh level penutupan terendah sejak Januari 2017

Adapun indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing ditutup turun 0,19% dan 0,65%, saat sejumlah langkah dukungan yang dilancarkan pemerintah Tiongkok untuk pasar saham dan ekonomi gagal mengangkat sentimen.

Dilansir Reuters, bursa Asia menyentuh level terendahnya dalam 20 bulan dan bursa emerging market bergerak menuju penurunan mingguan kelima berturut-turut.

Tekanan ini disebabkan laporan keuangan yang mengecewakan dari sejumlah raksasa teknologi AS sehingga menambah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan dan keuangan korporasi yang telah mendorong investor untuk menghindari aset berisiko.

“Kekhawatiran seputar prospek laporan keuangan korporasi dan ekonomi global tetap kuat di pasar,” kata Tomoichiro Kubota, seorang analis di Matsui Securities, seperti dikutip Bloomberg.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+3,06

HMSP

+2,89

TLKM

+2,25

UNTR

+4,21

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

INKP

-4,60

CPIN

-3,08

PTBA

-5,35

PGAS

-4,00

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, ekonomi global
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top