Valbury Sekuritas: IHSG Bakal Teruskan Rebound, Cermati 6 Saham Ini

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG, yang cenderung disetir oleh sentimen eksternal terutama yang bersumber terhadap isu perang dagang dan masalah politik global yang kurang kondusif belakang ini, masih membayangi pergerakkan IHSG untuk melanjutkan rebound hari ini, Jumat (26/10).
Fajar Sidik | 26 Oktober 2018 08:06 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG, yang cenderung disetir oleh sentimen eksternal terutama yang bersumber terhadap isu perang dagang dan masalah politik global yang kurang kondusif belakang ini, masih membayangi pergerakkan IHSG untuk melanjutkan rebound hari ini, Jumat (26/10).

Sentimen pasar dari dalam negeri, untuk mendorong kinerja ekspor, pemerintah akan memperluas sektor ekspor jasa yang dikenakan tarif 0% PPN. Kebijakan tersebut rencananya akan diluncukan akhir tahun ini. Jika terealisasi, hal ini berpotensi dapat mendorong performan ekspor dan dapat membantu mengurangi defisit neraca berjalan.

OJK mencatat pertumbuhan kredit per September 2018 12,7% YoY atau lebih tinggi dibanding tahun lalu yakni hanya 9,4% YoY. Di sisi lain. Kenaikan pertumbuhan kredit kemungkinan menunjukkan adanya ekspansi bisnis ditengah tren peningkatan suku bunga. Di sisi lain, perbankan juga masih hati-hari menaikkan suku bunga untuk menghindari penurunan kualitas aset.

Sentimen pasar dari luar negeri, FBI berhasil menghentikan pengiriman paket yang diduga sebagai bom kepada 8 pejabat negara yang berafiliasi dengan Demokrat yakni mantan presiden Barack Obama dan Hillary Clinton.  Pengiriman paket misterius ini bukan hal baru, sebelumnya pada Pilpres 2016 juga menarget Clinton.

Peristiwa ini terjadi sebelum dimulainya pemilu sela pada 6 November yang memperebutkan kursi Kongrres yang saat ini dikuasai Republik. Jika Demokrat menang, maka kebijakan presiden dipastikan akan terhambat. Merespon hal ini, Donald Trump mengatakan dirinya akan secara agresif menginvestigasi peristiwa ini.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menargetkan negara-negara Eropa yang menempatkan nuklir AS, menyusul penarikan AS dari perjanjian nuklir INF yang disetujui pada era Perang Dingin.

Rusia-AS saling melempar tudingan telah melanggar perjanjian tersebut. Namun, alasan Trump sebenarnya yang mundur dari perjanjian tersebut adalah menargetkan Cina yang menurutnya mulai mengembangkan misil dan tidak pernah terikat dengan perjanjian nuklir manapun.

New York Times melaporkan Cina dan Rusia melakukan penyadapan pada ponsel pribadi Trump yang tidak dilengkapi alat keamanan. Percakapan yang disadap tersebut lalu dipakai Cina untuk mempengaruhi kebijakan Trump melalui perantara pebisnisnya yang berbisnis dengan kolega Trump. Sebelumnya, China juga dituduh melakukan spionase ke dalam cip produk AS.

Perspektif tenikal
Support Level :    5668/5580/5536
Resistance Level :   5799/5842/5930
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up

Rekomendasi Saham Hari Ini:

BMRI: Trading Buy
• Close 6475, TP 6650
• Boleh buy di level 6325-6475
• Resistance di 6650 & support di 6325
• Waspadai jika tembus di 6325
• Batasi resiko di 6250

BBCA: Trading Buy
• Close 22900, TP 23325
• Boleh buy di level  22325-22900
• Resistance di 23325 & support di 22325
• Waspadai jika tembus di 22325
• Batasi resiko di 22200

KLBF : Trading Buy
• Close 1315, TP 1350
• Boleh buy di level  1270-1315
• Resistance di 1350 & support di 1270
• Waspadai jika tembus di 1270
• Batasi resiko di 1250

PTBA:  Trading Buy
• Close 4490, TP 4600
• Boleh buy di level  4270-4490
• Resistance di 4600 & support di 4270
• Waspadai jika tembus di 4270
• Batasi resiko di 4240

TLKM:  Trading Buy
• Close 3550, TP 3640
• Boleh buy di level  3450-3550
• Resistance di 3640 & support di 3450
• Waspadai jika tembus di 3450
• Batasi resiko di 3420

CTRA:  Trading Buy
• Close 820, TP 855
• Boleh buy di level  770-820
• Resistance di 855 & support di 770
• Waspadai jika tembus di 770
• Batasi resiko di 750

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
MNCN, PTBA, ASII, CPIN, INDF, SSMS, MEDC

(Disclaimer ON)

Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top