Wall Street Mulai Aksi Beli, Bursa Asia Terkerek Pagi Ini

Bursa saham Asia mampu bergerak naik pada perdagangan pagi ini, Rabu (24/10/2018), setelah sedikit aksi beli membantu bursa Wall Street mengurangi sebagian besar pelemahannya pada perdagangan Selasa.
Renat Sofie Andriani | 24 Oktober 2018 09:36 WIB
Bursa saham Asia.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia mampu bergerak naik pada perdagangan pagi ini, Rabu (24/10/2018), setelah sedikit aksi beli membantu bursa Wall Street mengurangi sebagian besar pelemahannya pada perdagangan Selasa.

Berdasarkan data Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik, selain Jepang, naik 0,2% setelah anjlok lebih dari 2% pada sesi perdagangan sebelumnya. Adapun indeks Kospi Korea Selatan naik 0,5% dan indeks Nikkei Jepang naik 0,25%.

Bursa saham global awal pekan ini terpukul akibat kekhawatiran mengenai sejumlah isu mulai dari laporan keuangan korporasi di Amerika Serikat (AS), keuangan pemerintah Italia, ketegangan perdagangan AS, hingga meningkatnya tekanan untuk Arab Saudi atas kematian jurnalis kenamaan Jamal Khashoggi.

Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street AS merosot pada perdagangan Selasa (23/10), tetapi berakhir jauh dari posisi terendahnya hari itu setelah sejumlah pelaku pasar melakukan sedikit pembelian.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,5% atau 125,98 poin di level 25.191,43, indeks S&P 500 melemah 0,55% atau 15,19 poin di 2.740,69, dan indeks Nasdaq Composite berakhir turun 0,42% atau 31,09 poin di level 7.437,54.

Investor memangkas sebagian besar penurunan menjelang akhir perdagangan kemarin karena adanya pandangan bahwa penurunan itu terlihat berlebihan. Technical buying pada level support di sekitar 2.700 pada S&P 500 turut membantu bursa saham sedikit pulih.

“Sentimen pasar yang lebih luas tetap rentan, tetapi seperti ketahanan yang ditunjukkan Wall Street semalam, sentimen belum sepenuhnya terpecah,” kata Junichi Ishikawa, pakar strategi senior FX di IG Securities.

“Kita mungkin akan melihat lebih banyak kepanikan kecil hingga pemilu paruh waktu di AS, tetapi intinya adalah bahwa ekonomi AS dalam kondisi baik dan hal ini semestinya mencegah sentimen rusak.”

Sementara itu, indeks dolar AS turun akibat penurunan pada imbal hasil obligasi AS, setelah aksi penghindaran risiko baru-baru ini mendorong investor lari ke obligasi pemerintah yang memiliki sifat safe haven.

Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun pagi ini berada di 3,171% setelah menyentuh level terendah dalam tiga pekan di 3,111% pada hari Selasa (23/10). Di sisi lain, mata uang pound sterling sempat menguat terhadap dolar AS pada Selasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa asia, wall street

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top