K-Pop Rajai Tangga Lagu Billboard, Bagaimana di Pasar Saham?

Boyband K-pop, Bangtan Boys (BTS), mungkin saja mampu merajai puncak tangga lagu Billboard Amerika Serikat (AS), menjadi bintang tamu Tonight Show, dan menyedot perhatian internasional melalui tur ke berbagai negara, termasuk AS dan Inggris.
Renat Sofie Andriani | 24 Oktober 2018 17:09 WIB
Bursa Kospi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Boyband K-pop, Bangtan Boys (BTS), mungkin saja mampu merajai puncak tangga lagu Billboard Amerika Serikat (AS), menjadi bintang tamu Tonight Show, dan menyedot perhatian internasional melalui tur ke berbagai negara, termasuk AS dan Inggris.

Meski kelompok dance ternama asal Korea Selatan ini menanjak di mana-mana, bintang K-pop lain ternyata lebih sulit mencapai popularitas global di tengah maraknya industri ini.

Sebagai contoh, saham JYP Entertainment Corp, agensi yang mengorbitkan girlband Twice, merosot 20,31% atau 7.900 poin ke level 31.000 di Seoul pada perdagangan hari ini, Rabu (24/10/2018), berdasarkan data Bloomberg.

Saham JYP Entertainment merosot setelah seorang analis mengatakan bahwa laba perusahaan mungkin akan meleset dari estimasi. Hal ini serta merta turut memicu penurunan dalam agensi lainnya.

“Downgrade dalam perkiraan analis memicu aksi jual oleh investor yang ingin mengambil keuntungan,” kata Lee Seung Hoon, kepala ekuitas di DB Asset Management, seperti dilansir Bloomberg.

“Sektor ini adalah satu-satunya di pasar saham Korea yang mengalami rally terlepas dari gejolak baru-baru ini.”

Industri K-pop senilai US$4,7 miliar adalah salah satu ekspor budaya terbesar oleh Negeri Ginseng, dan agensi-agensi bakat berada di antara penampil saham terbaik di Asia tahun ini.

Akan tetapi, tampilan itu merosot hari ini setelah analis Hana Financial Investment Co, Kihoon Lee mengatakan bahwa band-band baru mungkin tidak akan sesukses grup-grup belakangan ini.

Lee menurunkan perkiraan laba usaha kuartal ketiganya untuk JYP, yang memiliki nilai pasar lebih dari US$1 miliar kemarin, sebesar 20% dari estimasi sebelumnya.

Penurunan ini mengacu pada peningkatan biaya produksi dan pendapatan yang lebih kecil dari perkiraan dalam acara-acara pertemuan penggemar .

Saham YG Entertainment Inc., manajer girlband Black Pink, juga turun sebanyak 12%, sedangkan SM Entertainment Co. melorot 15%. Penurunan ini adalah yang terburuk untuk saham tersebut sejak setidaknya tahun 2012.

Tag : saham, Kpop
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top