Valbury Sekuritas: IHSG Sulit ke Zona Hijau, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan pada Rabu ini (24/10) akan sulit untuk melaju ke zona hijau akibat tekanan pasar global.
Fajar Sidik | 24 Oktober 2018 08:02 WIB
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -  PT Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan pada Rabu ini (24/10) akan sulit untuk melaju ke zona hijau akibat tekanan pasar global.

Sentimen pasar dari dalam negeri: Seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mendorong pemerintah untuk mengubah asumsi nilai tukar rupiah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 menjadi Rp 15.000 per dolar AS dari RAPBN sebelumnya sebesar Rp 14.400 per dolar AS. Dengan adanya perubahan nilai tukar maka pendapatan negara akan mengalami peningkatan sebesar Rp 10,3 triliun.

Pemerintah mengakui bahwa tantangan cukup berat, gejolak ekonomi global masih menjadi tantangan utama bagi Indonesia. Selain itu ekonomi juga dipengaruhi tekanan harga komoditas. Dalam menghadapi tantangan ini pemerintah menyatakan bahwa kondisi ekonomi tetap dikelola dengan baik dan hati-hati, agar pertumbuhan ekonomi stabil di 5% dan APBN dijaga dengan kredible dan sehat

Sementara itu, posisi utang pemerintah pada September 2018 tercatat mencapai Rp4.416,4 triliun. Terkait hal ini, pemerintah beralasan bahwa pengelolaan utang dilakukan dengan baik karena dialokasikan untuk belanja yang produktif..

Sentimen pasar dari luar negeri : Terkait dengan kematian jurnalis Jamal Khashoggi, Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya tidak puas dengan penjelasan pemerintah Arab Saudi. Kasus ini menjadi lampu merah pada Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salma, yang menghadapi tuduhan memerintahkan pembunuhan Khashoggi, kendati pihak kerajaan Arab Saudi dengan keras membantah.

Kabar lainnya, AS akan meninggalkan perjanjian Nuklir dengan Rusia, dengan alasan bahwa Cina tidak terikat dengan perjanjian nuklir. Hal ini di lakukan oleh Trump untuk menekan Cina yang belum menandatangani perjanjian nuklir apapun, sehingga bebas untuk mengembangkan persenjataan nuklir tanpa dibayangi sanksi.

Prediksi IHSG :
Pasar global yang tengah dihadapi sejumlah ketidakpastian berkenaan dengan kisruh AS dengan Arab Saudi atas kematian Khashoggi dan sikap AS yang ingin menekan China atas nuklirnya, serta pelemahan saham AS pada Selasa akibat kinerja keuangan yang buruk, sentimen ini menyulitkan bagi IHSG untuk melaju ke zona hijau.

Namun, berkenaan dengan sentimen laba perusahaan hanya bisa untuk mengurangi tekanan bagi indeks agar tidak jatuh lebih dalam.

Perspektif tenikal
Support Level :    5781/5764/5730
Resistance Level :   5832/5865/5882
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down

Rekomendasi Saham Hari Ini:

ASII: Trading Buy
• Close 7350, TP 7450
• Boleh buy di level 7200-7350
• Resistance di 7450 & support di 7200
• Waspadai jika tembus di 7200
• Batasi resiko di 7125

SMGR: Trading Buy
• Close 9100, TP 9300
• Boleh buy di level  9000-9100
• Resistance di 9300 & support di 9000
• Waspadai jika tembus di 9000
• Batasi resiko di 8850

BBCA : Trading Buy
• Close 22950, TP 23300
• Boleh buy di level  22750-22950
• Resistance di 23300 & support di 22750
• Waspadai jika tembus di 22750
• Batasi resiko di 22600

PGAS:  Trading Buy
• Close 2350, TP 2410
• Boleh buy di level  2310-2350
• Resistance di 2410 & support di 2310
• Waspadai jika tembus di 2310
• Batasi resiko di 2280

TLKM:  Trading Buy
• Close 3700, TP 3780
• Boleh buy di level  3650-3700
• Resistance di 3780 & support di 3650
• Waspadai jika tembus di 3650
• Batasi resiko di 3620

MEDC:  Trading Buy
• Close 870, TP 905
• Boleh buy di level  860-870
• Resistance di 905 & support di 860
• Waspadai jika tembus di 860
• Batasi resiko di 840

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
MIKA, RALS, ICBP, CPIN, ACES 

(Disclaimer ON)

Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top