Kurs Tengah Bank Indonesia Melemah, Dolar AS Tekan Mayoritas Kurs di Asia

Kurs jual ditetapkan Rp15.284 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp15.132 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp152.
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Oktober 2018 11:39 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (23/10/2018) di Rp15.208 per dolar AS, melemah 16 poin atau 0,11% dari posisi Rp15.192 pada Senin (22/10/2018).

Kurs jual ditetapkan Rp15.284 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp15.132 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp152.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 25 poin atau 0,16% ke level Rp15.212 per dolar AS pada pukul 10.51 WIB.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka terdepresiasi 10 poin atau 0,07% di level Rp15.197 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level Rp15.197-15.213 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia terpantau bergerak mayoritas melemah siang ini, dipimpin won Korea Selatan dan baht Thailand yang melemah masing-masing 0,63% dan 0,35%.

Di sisi lain, yen Jepang menguat paling tajam terhadap dolar AS sebesar 0,26% pada pukul 11.16 WIb.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama, terpantau menguat 0,043 poin atau 0,04% ke level 96,056 pada pukul 11.13 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,016 poin atau 0,02% di posisi 96,029, setelah pada akhir perdagangan Senin (22/10) ditutup menguat 0,3 poin atau 0,31% di posisi 96,013.

Dilansir Reuters, indeks dolar AS menguat karena investor mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian atas negosiasi Brexit dan anggaran belanja Italia, yang membuat investor menjauhi euro dan poundsterling.

Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Senin mengatakan sebagian besar kesepakatan untuk keluar dari Uni Eropa telah disetujui, namun ia masih menekankan penentangannya terhadap proposal Uni Eropa mengenai perbatasan Irlandia.

"Penghindaran risiko adalah cerita semalam bersama dengan penguatan dolar AS. Kinerja euro yang rendah juga karena ketidakpastian Brexit," kata Sim Moh Siong, analis valas di Bank of Singapore, seperti dikutip Reuters.

"Tidak ada tindak lanjut dalam pasar saham global dari reli China pada hari Senin karena saham siklis berkinerja buruk," tambah Sim.

Poundsterling terpantau melemah 0,02% di level US$1,296 pada pukul 11.24 WIB, setelah kehilangan 0,83% pada Senin, penurunan tertajam dalam sejak 21 September. Adapun euro melemah 0,08% ke level US$1,1455.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

23 Oktober

15.208

22 Oktober

15.192

19 Oktober

15.221

18 Oktober

15.187

17 Oktober

15.178

SumberBank Indonesia

Tag : kurs tengah bank indonesia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top