Ikuti Pasar Saham China, Bursa Jepang Anjlok

Bursa saham Jepang anjlok pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (23/10/2018), di tengah tumbuhnya kekhawatiran investor seputar laporan keuangan korporasi dan perlambatan ekonomi China.
Renat Sofie Andriani | 23 Oktober 2018 15:09 WIB
Bursa saham Tokyo, Jepang.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang anjlok pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (23/10/2018) di tengah tumbuhnya kekhawatiran investor seputar laporan keuangan korporasi dan perlambatan ekonomi China.

Indeks Topix berakhir anjlok 2,63% atau 44,59 poin di level 1.650,72, setelah dibuka di zona merah dengan koreksi 0,83% atau 14,06 poin di posisi 1.681,25.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2.097 saham pada indeks Topix, 79  saham di antaranya menguat, 2.004 saham melemah, dan 14 saham stagnan.

Saham Keyence Corp. dan SoftBank Group Corp. yang masing-masing turun 4,44% dan 2,93% menjadi penekan utama atas anjloknya Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 ditutup anjlok 2,67% atau 604,04 poin di level 22.010,78, setelah dibuka terkoreksi 0,93% atau 210,68 poin di posisi 22.404,14.

Sebanyak 3 saham menguat dan 222 saham melemah dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham SoftBank Group Corp. (-2,93%), Terumo Corp. (-5,34%), dan KDDI Corp. (-2,91%) menekan pergerakan indeks Nikkei 225 hari ini.

Di sisi lain, nilai tukar yen rebound dan terapresiasi 0,49 poin atau 0,43% ke level 112,33 yen per dolar AS pada pukul 14.20 WIB, setelah melemah pada dua sesi perdagangan berturut-turt sebelumnya.

Dilansir Bloomberg, indeks Shanghai Composite China, yang lonjakannya diikuti bursa saham Jepang baru-baru ini, anjlok lebih dari 2%.

Risiko masih terlihat meluap di seluruh pasar global, mulai dari berlanjutnya tensi perdagangan AS-China, ketegangan seputar pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, kekhawatiran mengenai anggaran Italia, hingga langkah Presiden Trump yang tidak dapat diprediksi menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).

“Ada kekhawatiran terus-menerus atas perlambatan pada ekonomi China, dan pelemahan dalam bursa saham China menambah tekanan pada bursa saham Jepang,” kata Hiroaki Hiwada, seorang pakar strategi di Toyo Securities Co. di Tokyo.

“Pasar ekuitas Jepang rentan terhadap sentimen di pasar AS dan China.”

Indeks Shanghai Composite China hari ini berakhir anjlok 2,26% atau 60,05 poin di level 2.594,82. Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham blue chip ditutup anjlok 2,66% atau 86,85 poin di level 3.183,43.

Padahal, pada perdagangan Senin (22/10), bursa saham China mencatatkan kenaikan terbesar dalam lebih dari dua tahun serta mendorong bursa saham Jepang rebound dari pelemahannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top