CALON EMITEN: Saham Passpod Oversubscribe 10,27 Kali

Calon emiten dengan lini usaha penyewaan modem 4G untuk perjalanan ke luar negeri, PT Yelooo Integra Datanet Tbk. mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe 10,27 kali selama periode bookbuilding yang berlangsung 18—22 Oktober 2018.
Dara Aziliya | 23 Oktober 2018 14:19 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Calon emiten dengan lini usaha penyewaan modem 4G untuk perjalanan ke luar negeri, PT Yelooo Integra Datanet Tbk. mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe 10,27 kali selama periode bookbuilding yang berlangsung 18—22 Oktober 2018.

Selama periode bookbuilding tersebut, emiten yang menggunakan sandi YELO tersebut telah mengumpulkan dana mencapai Rp501 miliar, jauh lebih tinggi dari target perolehan dana IPO perseroan yang sebesar Rp48 miliar.

Direktur Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli menyampaikan ada beberapa hal yang mendorong animo investor menyerap saham Yelooo Integra Datanet seperti pergerakan bisnis perseroan yang fokus pada big data yang terbilang baru di Tanah Air.

“Bursa Efek Indonesia sdang gencar mengampanyekan gerakan Yuk Nabung Saham yang sangat atraktif bagi investor ritel pemula. Selain itu, bisnis perseroan juga merupakan industri yang menarik yaitu pariwisata, yang mencatatkan pertumbuhan tinggi,” ungkap Kerry di Jakarta, Selasa (23/10).

Adapun, emiten yang memegang brand modem Passpod tersebut akan menjadi perusahaan rintisan keempat yang akan melantai di BEI. Passpod merupakan salah satu startup binaan IDX Incubator yang berada di bawah manajemen Bursa Efek Indonesia.

Dengan menjadi perusahaan terbuka, Passpod akan fokus menggarap pasar wisatawan selama perjalanan ke luar negeri yang diawali dengan penyediaan koneksi mobile broadband dan penjualan tiket atraksi melalui aplikasi Passpod dan situs perseroan.

Hingga April 2018, Passpod mampu mengantongi laba bersih periode berjalan sebesar Rp475 juta. Jumlah tersebut meningkat drastis dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka Rp26,5 juta.

CEO Passpod Hiro Whardana menyampaikan laporan Mastercard Future of Outbound Travel in Asia Pacific yang menyebutkan pada tahun 2021 nanti jumlah outbound traveler dari Indonesia diprediksi akan mencapai angka 10,6 juta orang.

“Sesuai rencana kerja perusahaan, dana ini akan digunakan untuk pengadaan billing management system hingga kebutuhan research dan development,” ungkap Hiro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bei, ipo

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top